![]() |
| Pengurus DPC F-SPTI-SPSI Bengkalis |
RIAUEXPRESS, BENGKALIS - Ketua Pimpinan Cabang (PC) Federasi Serikat Pekerja Transportasi Indonesia–Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPTI-SPSI) Khusus Kabupaten Bengkalis, Andika, menegaskan bahwa kepengurusan organisasi yang dipimpinnya tetap solid dan sah.
Penegasan ini disampaikan menyusul munculnya pihak tertentu yang mengaku telah menerima mandat baru dan mengatasnamakan FSPTI di Kabupaten Bengkalis.
Menurut Andika, hingga saat ini tidak ada dualisme kepengurusan di tubuh organisasi yang ia pimpin. Seluruh struktur kepengurusan masih berjalan normal dan tetap berada di bawah naungan Pimpinan Daerah (PD) FSPTI-SPSI Provinsi Riau.
"Kepengurusan FSPTI Bengkalis masih solid. Kami masih berada di bawah PD Bapak Saut Sihaloho. Tidak ada kekosongan kepemimpinan ataupun dualisme. Kami minta seluruh anggota tidak mudah terpengaruh oleh klaim sepihak dari oknum yang mengaku-ngaku sebagai pengurus," tegas Andika, Selasa (28/4/2026).
Ia menjelaskan, perubahan kepengurusan dalam organisasi memiliki mekanisme yang jelas sesuai aturan organisasi dan tidak bisa dilakukan secara sepihak.
"Kami diberikan mandat berdasarkan hasil Muscab tahun 2022 dan sampai hari ini kepengurusan berjalan sesuai aturan organisasi," ujarnya.
Andika juga menegaskan bahwa selama ini FSPTI-SPSI Khusus Kabupaten Bengkalis berjalan sesuai aturan dan telah terdaftar secara resmi di pemerintah daerah.
Bahkan, kata dia, organisasi tersebut selama ini turut menjaga stabilitas kerja dan tidak pernah menimbulkan persoalan yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Dari zaman Mas Bagong sampai hari ini kami tetap berjalan sesuai aturan, bekerja dan berkontribusi untuk daerah. Jadi jangan ganggu kenyamanan kami dengan membawa versi-versi kepengurusan yang tidak jelas," katanya.
Saat ini, FSPTI-SPSI Khusus Kabupaten Bengkalis menaungi 16 Pimpinan Unit Kerja (PUK) yang tersebar di tujuh kecamatan dengan jumlah anggota sekitar 700 orang.
Andika menambahkan, pihaknya tetap fokus menjalankan amanah organisasi dan memperjuangkan hak-hak anggota.
"Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk kepentingan tertentu yang justru merugikan organisasi. Kami tetap fokus bekerja untuk kepentingan anggota,"pungkasnya.
Andika mengimbau seluruh anggota agar tetap menjaga kekompakan dan menghormati mekanisme organisasi yang berlaku.**

