https://bugaruche.com/dAmKFnzWd.GoNiv-ZDGvUM/DeFm/9EupZZUsl/kFPSTuY/ywNqDUcRx/N/j/A/taNCjaIZ0sNDz/E/2hMaQE Polres Bengkalis Ringkus Pembabat Hutan Konservasi Hayati di Tanjung Leban -->

CETAK BERITA

Print Friendly and PDF

Polres Bengkalis Ringkus Pembabat Hutan Konservasi Hayati di Tanjung Leban

, Desember 12, 2025
Konferensi Pers Polres Bengkalis

RIAUEXPRESS, BENGKALIS - Tiga orang pelaku pembalakan liar (ilegal logging) kayu hutan, bagian dari kawasan konservasi terbesar di Riau, berhasil diringkus jajaran Sat Reskrim Polres Bengkalis,.Rabu (10/12/25) sekitar 01.30 WIB.


Hutan yang dibabat oleh ketiga pelaku tersebut, merupakan bagian dari kawasan konservasi untuk keanekaragaman hayati, di dusun Air Raja, desa Tanjung Leban, Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis.


Menurut Kapolres Bengkalis AKBP Budi Setiawan, didampingi Kasat Reskrim Iptu Yohn Mabel, dan Kanit Tipidter Ipda Fachri Muhammad Mursid sampaikan, ketiga pelaku yang diamankan berinisial U, RO dan Fa.


"Selain ketiga pelaku, sejumlah barang bukti juga berhasil diamankan berada di lokasi, seperti kayu olahan jenis Meranti, dan 3 mesin potong kayu jenis chainsaw, "terang Kapolres 


Dijelaskan, atas aksi pembalakan liar di kawasan konservasi bagi keanekaragaman hayati di desa Tanjung Leban tersebut, telah menimbulkan kondisi hutan sudah sangat memprihatinkan.


Menurut Kasat Reskrim Iptu John Mabel, bahwa lokasi penyergapan berada di pondokan dalam hutan. sedangkan jarak menuju tempat tersebut harus ditempuh tanpa kendaraan roda empat dengan jarak  7 KM.


Dari hasil penyergapan, selain pondokan, tim Unit Tipidter juga menemukan kayu hutan yang sudah dibelah-belah (olahan), seperti papan, broti yang siap di jual, dan juga mesin pemotong, Chainsaw, "terang Kasat.


Dalam pondokan tersebut ada tiga orang bernama Udin, Rozali, dan Fajar. mereka mengakui bahwa mereka yang melakukan penebangan hutan atas perintah Putra warga Bandar Laksamana.


"Meraka mengakui, setiap 1.5 kubik kayu olahan menerima upah dari putra Rp1  juta rupiah), "jelas Kasat lagi.**

TerPopuler