https://bugaruche.com/dAmKFnzWd.GoNiv-ZDGvUM/DeFm/9EupZZUsl/kFPSTuY/ywNqDUcRx/N/j/A/taNCjaIZ0sNDz/E/2hMaQE Festival Lampu Colok di Bengkalis Diharapkan Tetap Digelar -->

CETAK BERITA

Print Friendly and PDF

Festival Lampu Colok di Bengkalis Diharapkan Tetap Digelar

, Maret 03, 2026
Ilustrasi

RIAUEXPRESS, BENGKALIS – Para penggiat lampu colok di Bengkalis berharap Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) tetap melaksanakan Festival Lampu Colok Tahun 2026.


Selain sebagai upaya melestarikan tradisi turun-temurun masyarakat Melayu Bengkalis, festival ini juga menjadi tujuan dan penyemangat bagi para pelaksana untuk berpacu menampilkan kreasi terbaik.


Ade Destri Kurniawan, pemuda Desa Pangkalan Batang Barat, mengungkapkan pihaknya mendengar kabar bahwa Disparbudpora tahun ini tidak menggelar festival lampu colok. Hal tersebut diperkuat dengan belum dibukanya pendaftaran peserta hingga saat ini.


“Biasanya setiap tahun pendaftaran festival lampu colok sudah dibuka. Tapi sampai hari ini belum ada informasi resmi, "ujarnya, Rabu (04/03/26).


Menurut Ade, tahun lalu Pangkalan Batang Barat meraih prestasi membanggakan dengan meraih juara Terbaik I dan Harapan I. Meski belum ada kepastian festival digelar, pihaknya tetap melaksanakan persiapan seperti tahun sebelumnya.


“Bahkan sebelum puasa, kawan-kawan pemuda sudah mencari kayu untuk membangun menara lampu colok. Kami gotong royong mengerjakannya, bapak-bapak dan kaum ibu juga ikut membantu, "terangnya.


Ade menegaskan, lampu colok Bengkalis dikenal luas karena keindahan dan keunikan bentuknya. Festival bukan semata soal perlombaan, tetapi bentuk apresiasi dan pembinaan dari Disparbudpora terhadap masyarakat yang konsisten melestarikan budaya ini.


“Inilah pendorong dan semangat kami. Kami khawatir jika festival ditiadakan, ke depan kegiatan yang menjadi daya tarik wisata religi ini tidak lagi semeriah sebelumnya. Kami percaya Disparbudpora adalah garda terdepan bersama masyarakat untuk melestarikan tradisi ini,” pungkasnya.


CAKAPLAH.com mencoba mengkonfirmasi hal tersebut ke Disparbudpora Bengkalis. Namun belum mendapat informasi apakah ada pelaksanaan festival Tahun 2026 ini. Kendati demikian, sumber CAKAPLAH.com di Disparbudpora menyatakan, Tahun ini tidak ada pelaksanaan festival karena terkendala anggaran.


Sejarah Lampu Colok

Lampu colok merupakan sebuah tradisi masyarakat Bengkalis turun temurun. Lampu colok ini biasanya dipasang dan dinyalakan serentak tiap-tiap 27 Ramadan atau sering disebut malam 7 likur jelang hari raya Idul Fitri.


Lampu colok memiliki arti tersendiri bagi warga Bengkalis. Dahulunya, lampu colok merupakan sarana penerang jalan bagi warga yang ingin membayar Zakat Fitrah tiap malam 27 Ramadan ke rumah masyarakat atau ke pak Lebai.


Kala itu, infrastruktur di Bengkalis tidak sepesat saat ini. Jalan-jalan masih berbentuk lorong diselimuti semak kiri kanan. Lampu coloklah penerang jalan, penghindar bahaya terhadap warga membayar zakat fitrah.


Lampu colok, ketika itu tidak berbentuk atau terbuat dari kaleng bekas. Colok terbuat dari bambu atau buluh, namanya waktu itu disebut dengan obor.


Lampu colok, pada saat ini lebih variatif, dibuat dengan berbagai model. Pelita disusun dinyalakan hingga berbentuk miniatur Masjid dan Lafaz Allah. Pembuatan itu, dilakukan antara perpaduan kaum tua dan orang muda secara gotong royong. Mereka secara bersama-sama membangun menara lampu colok dengan berbagai model sesuai kesepakatan.


Konsitensi masyarakat Bengkalis dalam melestarikan lampu colok sangat besar. Sebuah menara lampu colok dibangun dengan dana yang tidak sedikit. Namun, itu bukan menjadi penghalang.


Warisan Budaya Tak Benda

Tradisi lampu colok telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi pada tahun 2021.


Dari tahun ke tahun, lampu colok menjadi hiburan masyarakat di penghujung Ramadan menjelang Idulfitri. Masyarakat rela berdesakan bahkan menyebabkan kemacetan di sejumlah titik lokasi pelaksanaan demi menyaksikan dan mengabadikan keindahan lampu colok yang tetap bertahan di tengah perkembangan zaman.**

TerPopuler