https://bugaruche.com/dAmKFnzWd.GoNiv-ZDGvUM/DeFm/9EupZZUsl/kFPSTuY/ywNqDUcRx/N/j/A/taNCjaIZ0sNDz/E/2hMaQE Ini Ketegasan Kombes Pol Ino Harianto Soal Karhutla di Kembung Baru Telah Dekati Pemukiman -->

CETAK BERITA

Print Friendly and PDF

Ini Ketegasan Kombes Pol Ino Harianto Soal Karhutla di Kembung Baru Telah Dekati Pemukiman

, April 06, 2026
Karoops Polda Riau, Kombes Pol Ino Harianto sedang lakukan pemadaman Karhutla di desa Kembung Baru

RIAUEXPRESS, BENGKALIS - Dalam penanganan pemadaman api Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Pulau Bengkalis hingga sampai saat masih terus dilakukan oleh tim gabungan dari TNI/Polri, BPBD, Manggala Agni serta jajaran lainnya yang diperkirakan kini sudah mencapai seratusan hektar.


Untuk saat ini, Karhutla di Pulau Bengkalis telah merambah di tujuh desa, yakni untuk di Kecamatan Bengkalis berada di Desa Palkun, Sekodi, Kelemantan dan Kelemantan Barat. Sedangkan di Kecamatan Bantan ada tiga desa yaitu desa Teluk Lancar, Kembung Luar, dan Kembung Baru.


Sesuai laporan dari BPBD Kabupaten Bengkalis, bahwa titik awal Karhutla berasal dari desa Teluk Lancar kecamatan Bantan, kemudian merambah ke sejumlah desa tersebut dalam wilayah Kecamatan Bengkalis dan Bantan.


Sebelumnya Jum'at (03/04/36) kemerin, Kapolda Riau Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi (Pol) Herry Heryawan bersama Kalaksa BPBD Riau M. Edy Afrizal didampingi Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, Kasat Lantas AKP Shandra Amilea mendatangi Karhutla di Desa Sekodi Kecamatan Bengkalis dengan menggunakan helikopter.

Sedangkan kali ini, Senin (06/04/26), Kepala Biro Operasi (Karoops) Polda Riau, Kombes Pol Ino Harianto didampingi Kabid TIK Polda Riau Kombes Pol Andi Yul, dan disambut Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar melakukan peninjauan Karhutla di Jalan Akit Jaya, Desa Kembung Baru, Kecamatan Bantan.


Untuk Karhutla di Kembung Baru yang sedang dipantau langsung oleh Kombes Pol Ino Harianto tersebut bisa dikatakan juga sudah cukup parah, karena diperkirakan telah mencapai 70 Hektar dan bahkan lahan terbakar juga sudah mendekati pemukiman warga.


Kombes Ino menegaskan, penanganan Karhutla dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Polri, TNI, BPBD, Satpol PP, Damkar, serta pihak-pihak terkait lainnya.

“Di sini kita hadir secara kolaboratif dengan konsep multihelix. Seluruh unsur terlibat, baik dari Polda maupun Kodam, untuk memastikan kondisi personel di lapangan dalam upaya penanggulangan Karhutla tetap berjalan dengan baik, "katanya.


Ino mengapresiasi dan memberikan motivasi kepada seluruh petugas yang terus berupaya mengendalikan kebakaran di tengah kondisi yang tidak mudah.


“Tentunya kami memberikan motivasi dan semangat kepada personel yang sudah bekerja keras selama ini, "jelas Kombes Pol Ino.


Dijelaskan, selain fokus pada pemadaman, pihaknya juga menekankan pentingnya penegakan hukum terhadap pelaku Karhutla, baik yang sengaja maupun tidak sengaja. Kemudian lahan yang telah terbakar dilarang untuk ditanam sawit, karena akan dilakukan reboisasi atau pemulihan menjadi hutan kembali.


"Sepanjang tahun 2025, Polda Riau telah mengungkap 70 tersangka kasus Karhutla. Sementara pada awal tahun 2026 ini, sudah terdapat 17 tersangka yang diamankan setelah melalui proses penyelidikan dan penyidikan.


Sementara itu, Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar ungkapkan dampak dari Karhutla yang dirasakan saat ini sudah sangat luar biasa. Data sementara sudah sekitar 100-an hektar lahan gambut yang terbakar di Pulau Bengkalis.


"Proses hukum terhadap pelaku Karhutla akan dilakukan secara tegas. Tim masih melakukan penyelidikan terhadap pihak-pihak yang harus bertanggungjawab. Dan apabila sudah ditemukan tersangka akan diumumkan, "terang Kapolres.


Dalam kegiatan tersebut, Kombes Ino turut didampingi Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, jajaran TNI di antaranya Asops Kasdam I/Bukit Barisan Kolonel Rendra, Kabid TIK Polda Riau Kombes Pol Andi Yul, Kombes Anom Suroto, Kombes Ketut Dansat Brimob Polres, Sekda dr. Ersan Saputra bersama sejumlah pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis.**

TerPopuler