https://bugaruche.com/dAmKFnzWd.GoNiv-ZDGvUM/DeFm/9EupZZUsl/kFPSTuY/ywNqDUcRx/N/j/A/taNCjaIZ0sNDz/E/2hMaQE Pastikan Upaya Pemadaman Karhutla Maksimal, Kapolda Riau Turun ke Bengkalis -->

CETAK BERITA

Print Friendly and PDF

Pastikan Upaya Pemadaman Karhutla Maksimal, Kapolda Riau Turun ke Bengkalis

, April 03, 2026
Kapolda Riau didampingi Kapolres Bengkalis meninjau langsung lokasi Karhutla di desa Sekodi

RIAUEXPRESS, BENGKALIS - Upaya penanganan Karhutla masih terus dilakukan tim gabungan, BPBD, Polisi, TNI, Manggala Agni di wilayah Bengkalis, terutama di lahan terbakar cukup luas yang terjadi di sekitaran Desa Sekodi, Palkun kecamatan Bengkalis dan Desa Teluk Lancar Kecamatan Bantan.


Terkait hal ini, Kapolda Riau Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi (Pol) Herry Heryawan bersama Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Riau M. Edy Afrizal didampingi Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, Kasat Lantas AKP Shandra Amilea bersama rombongan mendatangi lokasi Karhutla di Desa Sekodi Kecamatan Bengkalis dengan menggunakan helikopter, Jum'at (03/04/36).


Rombongan turun langsung tak jauh dari lokasi penanganan. Kapolda Riau melihat langsung petugas gabungan yang berjibaku melawan pekatnya asap putih menyemprotkan air dan melihat lokasi sumber air berupa embung yang dibuat petugas gabungan.


Irjen Pol Heryawan mengatakan, kedatangannya ke lokasi pemadaman ini memang bertujuan melihat langsung petugas yang tengah berjibaku, serta memberikan motivasi kepada mereka dalam melakukan pemadaman.


Kunjungan langsung dilakukan juga bertujuan memberikan dorongan seluruh pihak bertugas dilapangan, terkait komitmen bersama melakukan dalam pemadaman Karhutla dengan benar.


"Kita ingin menyampaikan kepada publik kegiatan pemadaman dilakukan saat ini, secara kolaboratif melibatkan seluruh unsur, Polda Riau, Kodam Tambusai BPBD, Manggala Agni serta masyarakat peduli Api," jelasnya.


Menurut Kapolda Riau, pemadaman yang dilakukan bersama sama ini dengan strategi yang sudah disusun. Agar api yang dipadamkan tidak kembali muncul.


"Satu poin utamanya, upaya pemadaman saat ini harus dilakukan secara bekerja keras saat ini. Dari pada nanti saat puncak kemarau kita harus berjibaku tentu kondisinya harus lebih keras lagi, "terangnya.


Sementara itu Kalaksa BPBD Riau M Edi Afrizal yang mendampingi Kapolda mengatakan luas lahan yang terbakar di wilayah ini sudah semakin luas. Kondisi lahan yang merupakan tanah gambut menyebabkan api sulit dipadamkan.


"Meskipun demikian kondisi ketersedian air sejauh ini di lapangan masih tersedia mencukupi. Namun memang beberapa titik tertentu masih minim, kita sudah koordinasi dengan pemerintah Bengkalis melalui Sekda dan Kalaksa BPBD Bengkalis untuk menurunkan alat berat untuk menormalisasi kanal dan parit yang ada untuk menjadi sumber air, "jelasnya.


Terkait luasan lahan yang terbakar di lokasi saat ini, Kalaksa BPBD Riau belum merincikan. Karena upaya pemadaman masih berlangsung.


"Untuk titik saat ini luasannya belum di hitung secara detail. Kita masih fokus melakukan pemadaman, yang juga dibantu melalui udara dengan water bombing tepatnya di Desa Teluk Lancar, karena api yang di sini sudah lumayan terkendali, namun di Teluk Lancar saat ini api masih muncul," tambahnya.


Untuk wilayah Bengkalis selain pemadaman di Pulau Bengkalis, pemadaman masih dilakukan juga di Pulau Rupat. Dua titik ini yang sedang menjadi fokus pihaknya.


Secara umum Karhutla terjadi di wilayah Riau terluas terjadi di Pelalawan kemudian disusul kabupaten Bengkalis.**

TerPopuler