![]() |
| Foto bersama pihak Agrinas dengan masyarakat setempat |
RIAUEXPRESS, BENGKALIS - Kapten Agus Permana, SH., MSi dari Mabes TNI Kolonel (Pur TNI) Elfitri, SPi turun ke desa Sungai Linau, kecamatan Siak Kecil, kabupaten Bengkalis untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait kawasan hutan yang telah dijadikan perkebunan.
Selian itu, dua orang perwakilan dari PT. Agrinas Palma Nusantara (APN) turun ke desa Sungai Linau tersebut juga menyampaikan, bahwa Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) kini menguasai kembali kawasan hutan milik negara dari perizinan lokasi PT. Sinar Sawit Sejahtera (SSS) yang dikuasai pihak lain seluas kurang lebih 1.600 Ha di wilayah desa Sungai Linau, Bandar Jaya, dan Lubuk Gaung.
Kegiatan tersebut berlangsung di kantor Desa Sungai Linau, dengan dihadiri Pj Kades Sungai Linau Ade Safrizal, SIP, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda termasuk Wan Muhammad Sabri, Abdul Rahman, Nur Khaliq, dan sekitar 176 masyarakat pemilik lahan di desa Sungai Linau, Rabu (06/05/26).
.
Dalam sambutannya, Kolonel (Pur TNI) Elfitri, SPi menyampaikan, bahwa pihak Agrinas telah menerima berkas penguasaan kembali lahan dari Satgas PKH yang sebelumnya dikelola PT.SSS seluas kurang lebih 1.600 Ha tersebut.
Dan kemudian untuk selanjutnya, pihak Agrinas akan bermitra Kerja Sama Operasional (KSO) yang merupakan pihak ketiga, agar lahan yang sudah menjadi kebun tersebut dapat diberdayakan bernilai ekonomi.
Sementara itu, Kapten Agus Permana, SH., MSi tegaskan, bagi masyarakat yang memiliki lahan masuk dalam kawasan hutan diminta untuk dapat bergabung dengan Agrinas melalui KSO, agar kedepan tidak ada terjadi persoalan hukum.
"Sebab, bagi masyarakat yang memiliki lahan masuk kawasan hutan bila masih terus bertahan, maka akan ditarik denda 25 juta per Ha per tahun nya, dan bisa dihitung sudah berapa tahun lahan tersebut menghasilkannya, "terangnya.
Dalam kegiatan sosialisasi ini, juga ada sesi tanya jawab antara pihak Agrinas dengan masyarakat yang memiliki lahan, dan dari jawaban perwakilan Agrinas, pihak masyarakat mulai memahami apa yang harus dilakukan kedepannya terkait lahan yang sudah dijadikan kebun tersebut.
Sementara itu, ketua Gapoktan Hutan Manunggal Jaya (GHMJ) Atan menyampaikan siap untuk bekerja sama dengan PT. APN, agar masyarakat yang mempunyai lahan dapat naungan dalam pengelolaannya.
"Kami secepatnya akan segera menyampaikan surat pernyataan bersedia bekerjasama dengan PT. APN, "jelasnya.**

