![]() |
| Bupati Simalungun bersama rombongan Berziarah dan kunjungi Jil peninggalan Belanda di Bengkalis |
RIAUEXPRESS, BENGKALIS - Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih didampingi Wakil Bupati Benny Gusman Sinaga bersama rombongan pejabatnya berziarah di makam Raja Sang Naualuh Damanik di Desa Senggoro, Kecamatan Bengkalis, Selasa (14/04/26).
Usai berziarah, Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih, S.E., M.M., bersama Wakil Bupati Benny Gusman Sinaga melanjutkan kunjungan sejarah ke Rumah Tahanan Pemerintah Hindia Belanda Bengkalis.
Bangunan bersejarah yang dikenal dengan nama Huis Van Bewaring in Nederland Indie te Bengkalis tersebut terletak di Jalan Pahlawan, Kecamatan Bengkalis, dan menjadi salah satu peninggalan kolonial Belanda sejak tahun 1883.
Dalam wawancara, Bupati Anton Achmad katakan, bahwa berziarah dan lakukan kunjungan di Huis Van Bewaring in Nederland Indie te Bengkalis tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Simalungun ke-193 yang jatuh pada 11 April 2026.
"Ziarah ini juga menjadi simbol penghormatan terhadap tokoh sejarah asal Sumatera Utara yang dimakamkan di Pulau Bengkalis, "katanya.
Dijelaskan, ziarah di makam Raja Sang Naualuh Damanik itu, bertujuan untuk mengenang jasa para raja dan leluhur, khususnya Raja Sang Naualuh Damanik yang merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah Simalungun.
“Kita harus mengingat sejarah dan menghargai para leluhur serta pahlawan. Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya. Kehadiran kami di Bengkalis ini juga karena adanya jejak sejarah Simalungun di daerah ini, "tambahnya.
Bupati Simalungun ini juga sangat mengapresiasi kondisi makam yang terawat dengan baik. Iaa berkomitmen untuk terus melakukan ziarah sebagai bentuk penghargaan terhadap raja dan pahlawan asal daerahnya.
Kedatangan rombongan dari Kabupaten Simalungun disambut oleh Pemerintah Kabupaten Bengkalis yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati, Johansyah Safri, bersama Asisten Andris Wasono dan sejumlah pejabat dari Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga.
Dalam kesempatan tersebut, Johansyah Safri menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi Kabupaten Simalungun ke-193 serta harapan terhadap kemajuan daerah tersebut ke depan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bengkalis, kami mengucapkan selamat hari jadi ke-193 kepada Kabupaten Simalungun. Semoga ke depan menjadi kabupaten yang semakin maju dan berdaya saing,” ujarnya.
Raja Sang Naualuh Damanik ini merupakan pemimpin Kerajaan Siantar yang lahir pada tahun 1871 di Bengkalis, tepatnya di Desa Senggoro. Ia dikenal sebagai tokoh perlawanan terhadap kolonial Belanda.
Meski sempat diakui secara resmi oleh pemerintah kolonial melalui surat tertanggal 23 Oktober 1889, Sang Naualuh menolak pengakuan tersebut karena dianggap sebagai upaya penjajahan terhadap wilayah dan rakyatnya.
Selama masa kepemimpinannya (1888–1906), ia menjalankan berbagai program pembangunan, seperti pengembangan pertanian, pembangunan infrastruktur jalan, pendirian pusat pengajian Islam, kampanye kesehatan anak, hingga penguatan sistem transportasi dan pertahanan kerajaan.
Keberadaan makamnya di Bengkalis menjadi bukti bahwa semangat perjuangan melawan penjajahan tidak hanya terjadi di daratan Sumatera, tetapi juga menjangkau wilayah pesisir seperti Pulau Bengkalis.**

