https://bugaruche.com/dAmKFnzWd.GoNiv-ZDGvUM/DeFm/9EupZZUsl/kFPSTuY/ywNqDUcRx/N/j/A/taNCjaIZ0sNDz/E/2hMaQE Polres Bengkalis Dalami Kasus Laka Lantas di Bandar Laksamana -->

CETAK BERITA

Print Friendly and PDF

Polres Bengkalis Dalami Kasus Laka Lantas di Bandar Laksamana

, April 01, 2026
Foto Arsip

RIAUEXPRESS, BENGKALIS – Penanganan kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan Wakil Ketua DPRD Bengkalis, Hendrik Firnan Pengaribuan, terus bergulir. Jajaran Satlantas Polres Bengkalis memastikan proses penyelidikan dilakukan secara profesional dan transparan.


Peristiwa laka lantas tersebut terjadi di Jalan Lintas Dumai–Pakning, tepatnya di Desa Parit I Api-Api, Kecamatan Bandar Laksamana, Selasa (31/3/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Insiden ini melibatkan dua kendaraan, yakni Toyota Fortuner BM 9 D dan Toyota Kijang Innova Reborn BM 1903 DY.


Kasat Lantas Polres Bengkalis, AKP Shandra Amelia, menegaskan bahwa seluruh pihak yang terlibat telah dimintai keterangan. Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi.


“Seluruh pihak yang terlibat saat ini masih diperiksa secara intensif dan diamankan di Polres Bengkalis bersama barang bukti. Untuk hasil lengkapnya nanti akan disampaikan langsung oleh Bapak Kapolres, "ujar AKP Shandra, Rabu (1/4/2026).


Tak hanya itu, sebagai bagian dari upaya penegakan hukum yang menyeluruh, pihak kepolisian juga melakukan tes urine terhadap para pihak yang terlibat, guna memastikan tidak adanya pengaruh narkotika dalam insiden tersebut.


“Untuk hasil tes urine maupun status pengemudi, akan disampaikan langsung oleh Kapolres, "tambahnya.


Berdasarkan kronologi sementara, kecelakaan diduga dipicu oleh pengemudi Innova, Adika Nursal (24), yang mengalami microsleep atau tertidur sesaat saat berkendara dari arah Dumai menuju Pakning. Kendaraan yang dikemudikannya diduga hilang kendali dan melebar ke jalur kanan.


Di waktu bersamaan, dari arah berlawanan melaju Toyota Fortuner yang dikemudikan Marcellino Kyla Alfito (23), dengan membawa penumpang Hendrik Firnan Pengaribuan (37). Karena jarak yang sudah dekat, tabrakan pun tak terhindarkan.


Akibat kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa. Namun satu orang mengalami luka berat dan tiga lainnya luka ringan, dengan total kerugian materi diperkirakan mencapai Rp100 juta.


Hendrik Firnan Pengaribuan menjadi korban paling parah. Ia mengalami cedera serius pada bagian tulang punggung. Bahkan hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya patah tulang, sehingga saat ini harus menjalani perawatan intensif di RS Awal Bros Pekanbaru.


“Beliau mengalami patah tulang punggung, sehingga harus mendapatkan perawatan intensif, "jelas AKP Shandra.


Pihak keluarga menyebut kondisi Hendrik saat ini mulai stabil, namun masih membutuhkan penanganan medis lanjutan. Bahkan, direncanakan akan dirujuk ke Malaysia untuk menjalani operasi.


“Kondisinya sudah mulai stabil, tetapi dari hasil rontgen ada luka serius di bagian punggung dan perlu tindakan cepat. Rencananya akan dirujuk ke Malaysia untuk operasi, "ungkap Anil Perdana, kerabat sekaligus ajudan korban.


Senada, abang kandung korban, Tantowi Sahputra Pengaribuan, menyebut Hendrik masih mengalami trauma pascakecelakaan tersebut.


Ia juga menyoroti pemberitaan yang dinilai tidak berimbang terkait insiden ini. Menurutnya, keluarga berharap media dapat menyajikan informasi secara akurat dan tidak menyudutkan korban.


“Adik saya ini korban. Ada keterangan resmi dari Polres bahwa kendaraan Innova yang menabrak. Kalau tidak menghindar, bisa terjadi tabrakan lebih fatal. Kami berharap pemberitaan tetap berimbang,” tegasnya.


Sementara itu, pengemudi Fortuner hanya mengalami luka ringan berupa lecet di tangan dan nyeri di pinggang. Sedangkan pengemudi Innova mengalami luka di bagian bibir serta memar di dahi. Dua penumpang lainnya dilaporkan selamat tanpa luka serius.


Saat ini, kedua kendaraan yang terlibat mengalami kerusakan cukup parah dan telah diamankan sebagai barang bukti. Polisi masih terus melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.


Di akhir keterangannya, pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar selalu memastikan kondisi fisik saat berkendara, terutama dalam perjalanan jauh.


“Kami mengingatkan agar pengendara tidak memaksakan diri saat lelah. Pastikan kondisi tubuh prima untuk menghindari kecelakaan, "tutup AKP Shandra.**

TerPopuler