![]() |
| Ketua Gapoktan HMJ Atan serahkan data kelompok kepada Manager PT APN Wilayah Kerja Riau, Kolonel (Pur TNI) Elfitri |
RIAUEXPRESS, PEKANBARU - Masyarakat Gabungan Kelompok Tani Hutan Manunggal Jaya (Gapoktan HMJ) berterima kasih atas ketegasan PT Agrinas Palma Nusantara (APN) terhadap lahan ilok PT. Sinar Sawit Sejahtera (SSS).
Lantaran, pihak Agrinas telah mengembalikan lahan tersebut kepada mereka setelah selama 6 tahun dikuasai oleh PT. SSS, walaupun setahun penuh setelah dikuasai kembali oleh negara melalui Satgas PKH.
Hal itu disampaikan Ketua Gapoktan HMJ, Atan, bahwa meski pihak Satgas PKH telah menyerahkan lahan tersebut ke Agrinas, namun pihak PT. SSS masih mengambil keuntungan selama 1 tahun lebih, dan hasilnya tidak pernah disetorkan ke Negara.
"Dengan berkedok koperasi yang membawahi kelompok kelompok tani yang mereka nyatakan sebagai plasma PT SSS itu, mereka olah hasil kebun tersebut hanya untuk kepentingan mereka saja, "kata Atan, Senin (15/06/26).
Menurutnya, dahulunya lahan yang sekarang kebun sawit tersebut adalah kebun masyarakat tempatan yang tergabung dalam Gapoktan HMJ, namun dengan seenaknya diserobot PT. SSS menggunakan nama kelompok tani buatan perusahaan tersebut dari desa Lubuk Gaung meskipun kawasan itu masuk wilayah desa Bandar Jaya.
"Ternyata setelah ditelusuri, kami temukan adanya berita acara jual beli lahan antara kelompok tani boneka itu kepada PT. SSS dengan bukti adanya kwitansi penerimaan uang serta foto memegang uang dari perusahaan. Dan semua dokumen tersebut ada pada kami, "ungkap Atan lagi.
Menurutnya, kelompok taninya mengaku berbangga dengan adanya Agrinas yang benar benar peka terhadap penderitaan dan perjuangan masyarakat, dan menyatakan menyambut baik dan mendukung penuh keberadaan Agrinas.
"Kami dari kelompok masyarakat tempatan menyatakan siap bekerjasama dengan pemerintah melalui Agrinas. Dan tanpa Agrinas, kami tidak bisa mengelolanya, "tutup Atan.
Atan yang merupakan Ketua Gapoktan HMJ, merupakan asli masyarakat tempatan dari kampung sungai Naning desa Sungai Nibung yang berjarak hanya sepenyebrangan dengan sungai Siak kecil ke lahan tersebut.**

