![]() |
| Ketua Panita Ustadz Affan Zahidi sedang sampaikan tujuan kegiatan bisa dilaksanakan |
RIAUEXPRESS, BENGKALIS - Dalam upaya bimbingan terhadap umat sehubungan perekonomian yang sehat dan halal, Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia (MU) Kabupaten Bengkalis menggelar Pelatihan Pengembangan Usaha Kreatif untuk Kesejahteraan Umat.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Bengkalis diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Johansyah Safri bersama Ketua Umum (Ketum) MUI Bengkalis Buya Amrizal beserta Pengurus dan Komisi berlangsung di Gedung Daerah Datuk Laksamana jalan A.Yani, Sabtu (29/08/26).
Pembukaan pelatihan pengembangan usaha kreatif ini diikuti seratus peserta dari mustahil produktif dan UMKM aktif dengan dihadiri Kepala Disdagprin Zulpan, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Basuki Rahmat, Forkopimda serta undangan lainnya.
Menurut Ketua Pelaksana kegiatan Ustadz Affan Zahidi menyampaikan, bahwa kegiatan tersebut berdasarkan UUD 1945, yang merupakan bagian tanggung jawab moral MUI, berupa memberikan pengetahuan ataupun pengembangan kepada masyarakat terkait ekonomi syariah.
![]() |
| Berbagai tokoh dan pakar ekonomi hadir dalam pembukaan kegiatan pelatihan pengangkatan ekonomi kreatif |
"Ini juga merupakan program kerja Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Bengkalis yang diusulkan 2005 dan baru bisa dilaksanakan di tahun 2026. Dan merupakan kegiatan kedua setelah kegiatan kerukunan umat beragama di tahun 2026 ini, "jelasnya.
Sementara itu, Ketua MUI Bengkalis Buya H. Amrizal menyampaikan sesuai data PPS 2026, bahwa ada 8,07% penduduk miskin di Indonesia atau sekitar 22.930.000 dari total penduduk Indonesia 290 juta.
"Karena penduduk Indonesia ini mayoritasnya adalah umat Islam, maka hampir bisa dipastikan mayoritas yang masuk angka miskin iru berasal dari kalangan umat Islam, "terang Buya.
Dijelaskan, kemiskinan itu dibagi menjadi dua yaitu miskin struktural dan miskin kultural. Untuk kemiskinan struktural karena akibat sistem politik sosial ekonomi yang tidak adil dan merata. Sehingga solusinya harus ada perbaikan sistem yang berpihak kepada kepentingan masyarakat banyak.
"Sedangkan kemiskinan kultural itu karena faktor nilai prinsip dan kebiasaan hidup yang kurang tepat. Sehingga untuk mengatasinya harus ada usaha mengubah prinsip yang kolot dan monoton dalam segi pandangan hidup yang terus berkembang secara sains dan teknologi, "tambah Amrizal.
Berangkat dari inilah, lanjutnya, maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membangkitkan semangat dalam berwirausaha bagi umat, agar mereka bisa sama-sama tumbuh dan berkembang secara mandiri dalam perekonomian.
Di sisi lain, Bupati Bengkalis Kasmarni melalui Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Johansyah Safri menyampaikan apresiasi kepada MUI Kabupaten Bengkalis yang telah membuat kegiatan demi pengembangan ekonomi umat.
Dalam hal ini, Bupati juga berharap dengan adanya kegiatan tersebut, para peserta dapat mengambil ilmu dari para narasumber untuk bisa dikembangkan dalam meningkatkan kewirausahaan mereka.**


