![]() |
| Aksi penguasaan kebun sawit Acin secara paksa di kecamatan Siak Kecil beberapa hari lalu (screenshot vidio-arsip) |
RIAUEXPRESS, BENGKALIS - Masyarakat Kecamatan Siak Kecil terutama warga desa Sei Linau, Bandar Jaya, Lubuk Gaung, Lubuk Muda dan masyarakat sekitarnya melakukan unjuk rasa terhadap aksi pemanenan buah sawit di PT. Surya Dumai Agrindo (SDA), kebun Acin yang dilakukan oleh koperasi dari Dumai, Kamis (06/08/26).
Sebagian perkebunan sawit yang di kelola PT SDA dan kebun milik Acin tersebut telah di sita Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) sejak pertengahan tahun 2025 lalu, lantaran masuk kawasan hutan yang harus ditertibkan.
Menurut salah satu perwakilan gerakan aksi, Manto, katakan bahwa pihaknya melakukan demo berupaya menyetop dan membubarkan aksi panen di dua lokasi kebun sawit tersebut, sebagai bentuk protes kepada PT Agrinas Palma Nusantara (APN), karena tidak melibatkan masyarakat setempat.
"Tidak hanya libatkan masyarakat tempatan, malahan permisi kepada kamipun tidak. Makanya kami ratusan masyarakat turun untuk menyetop aksi panen tersebut, "katanya diujung telpon, Jum'at (07/08/26).
Oleh karena itu, katanya, masyarakat sekitar akan terus melakukan aksi penolakan aksi panen di kebun PT. SDA dan kebun Acin yang dilakukan oleh koperasi dari Dumai tersebut, hingga sampai pihak PT. APN mencabut koperasi tersebut untuk berproduksi di dua lokasi kebun itu.
Manto menceritakan ketika aksi dilakukan, bahwa pihak Koperasi dari Dumai itu (diduga) telah menyewa pihak (oknum) Kepolisian, dan TNI dan juga mendatangkan dengan menyewa seratusan orang yang diduga dari orang timur (Flores) dengan menggunakan senjata tajam (parang) untuk menghalau masyarakat yang memprotes aksi panen tersebut.
Dalam vidio yang telah beredar, juga terlihat ketika akan menguasai lahan milik Acin beberapa hari lalu, sejumlah orang-orang diduga dari timur (Flores) dengan membawa potongan besi dan parang menghalau anggota Acin untuk pergi dari perkebunan sitaan Satgas PKH tersebut.
Anggota Acin dalam vidio bertanya kepada rombongan dengan membawa parang dan potongan besi, "Mana Agrinas nya, mana legalitasnya, orang orang yang membawa senjata tersebut menjawab "pokoknya ada", namun tidak juga menunjukkan buktinya.
Terkait hal itu, pihak Regional PT. APN Riau bagian kelembagaan, Acep Koswara hingga berita ini dinaikan belum menjawab konfirmasi riauexpress.id, sehingga belum diketahui nama koperasi dari Dumai tersebut, serta legalitas memanen di dua lokasi dari PT. APN.
Dan juga belum jelas alasan dari PT APN, kenapa dalam penjagaan lahan untuk menghalau masyarakat tempatan itu dengan mendatangkan seratusan orang (diduga dari Flores) yang mayoritas membawa senjata tajam (parang).**

