![]() |
| Diskusi publik yang digelar UPT BK RSUD Bengkalis |
RIAUEXPRESS, BENGKALIS – UPT BK RSUD Bengkalis kembali menggelar Forum Konsultasi Publik dan Review Standar Pelayanan tahun 2026, Jumat (04/09/26). Forum ini bertujuan menampung aspirasi publik untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
Kegiatan dipusatkan di ruang rapat gedung UPT BK RSUD Bengkalis dan dipimpin Wakil Direktur Administrasi dan Keuangan Freddy Antoni didampingi Kabid Pelayanan Dino Suhendro.
Turut hadir Ketua PWI Bengkalis Adi Putra, perwakilan MUI M. Toha, LAMR M. Nasir, tokoh masyarakat, ormas, LSM, serta sejumlah media massa.
Aspirasi Publik Disampaikan
Dalam forum diskusi, sejumlah masukan penting disampaikan peserta.
Pertama: pendaftaran pasien di UGD diusulkan disediakan bel agar proses pendaftaran lebih cepat.
Kedua: pengambilan obat di apotek yang direkomendasikan dokter diminta disinkronkan dengan sistem apotek. Hal ini untuk menghindari kesalahpahaman dan mencegah potensi penyimpangan.
Ketiga: terkait kekurangan dokter spesialis, RSUD diminta terus berupaya melengkapi tenaga medis agar pasien tidak perlu dirujuk ke rumah sakit lain.
Keempat: pengelolaan limbah medis dan non medis juga menjadi sorotan agar masyarakat sekitar rumah sakit tidak terdampak.
Tanggapan RSUD
Menanggapi masukan tersebut, Freddy Antoni menyatakan seluruh usulan akan disampaikan kepada pimpinan.
"Terkait limbah medis cair, kami sudah melakukan pengelolaan melalui IPAL untuk menetralisir zat kimia. Setelah air dinyatakan netral, baru dibuang dengan pengawasan DLH," jelasnya.
Usai diskusi, peserta menandatangani berita acara sebagai tindak lanjut dari seluruh usulan yang disampaikan dalam forum tersebut.**
Reporter: Budi
Editor: Tira

