RIAUEXPRESS, PEKANBARU - Indonesia dan Malaysia menggelar latihan SAR bersama SAREX MALINDO 2026, Rabu (21/10/26).
Latihan melibatkan JRCC Indonesia, RSC Pekanbaru, MRCC Putrajaya, dan MRSC Johor Bahru. EXCON Indonesia dipimpin Andriansyah dan Ipuk, Malaysia dipimpin Kdr (M) Mohd Ardi dan Lt Kdr (M) Ahmad Zamri. SMC RSC Pekanbaru dipimpin Ibnu Putra Dewantoro.
Skenario: Kapal feri MV Nusantara Express (Malaysia) bawa 150 orang meledak di ruang mesin, mati listrik dan hanyut melintas batas maritim Selat Malaka.
Latihan ini menguji komunikasi, koordinasi Joint SAR Operation, penyusunan RENOPS, hingga pengurusan Diplomatic Clearance. Operasi diaktifkan via BRA SAR Awal, BRA Pemapelan, dan diakhiri SITREPP.
"SAREX MALINDO untuk menguji kesiapan komunikasi dan koordinasi SAR gabungan di wilayah perbatasan," kata Andriansyah.
Latihan ini untuk memperkuat kesiapsiagaan di Selat Malaka sebagai jalur tersibuk dunia.**

