Soal Pengelolaan Pelabuhan: Sebelum Terlambat, KADIN Berharap Pemda Buka Diri Diskusi Bersama -->

Soal Pengelolaan Pelabuhan: Sebelum Terlambat, KADIN Berharap Pemda Buka Diri Diskusi Bersama

, April 05, 2021

RIAUEXPRESS, BENGKALIS - Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bengkalis, menyatakan siap untuk membuka diskusi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis, terkait pengelolaan sejumlah pelabuhan Kabupaten Bengkalis.





Hal ini diungkapkan Ketua KADIN Kabupaten Bengkalis, Masuri, SH, bahwa Pemkab. Bengkalis sebelum nantinya pihak Pemkab. memutuskan dalam pengelolaan sejumlah pelabuhan ke PELINDO, diminta lebih dahulu buka diskusi, untuk mencari plus minusnya.





"Artinya, kita memahami atas kerisauan Pemkab. Bengkalis, terkait sejumlah pelabuhan belum ada izin. Tetapi beberapa waktu lalu, dari Dirjen Kementerian Perhubungan Laut menyurati Dinas Perhubungan, bahwa salah satu syaratnya harus dibentuk BUP (Badan Usaha Pelabuhan), sebagai persyaratan pelabuhan, "terang pria dengan panggilan mas Bagong ini, Senin (05/04/21).





Oleh karena itu, untuk mengejar ketertinggalan ini, pemerintah harus segera membuat BUP. Nah BUP boleh dari BUMD yang sudah ada dihidupkan kembali, diteruskan, dan atau membuat perusahaan daerah baru, yang jelas khusus kemaritiman, khusus untuk mengelola pelabuhan-pelabuhan di Kabupaten Bengkalis.





"Ini kan justru jika dikelola koorperasi atau perusahaan daerah, ini kan jelas aset daerah dikelola oleh daerah notabene menjadi sumber (PAD) Pendapatan Asli Daerah. Kalau soal masa lalu, bahwasanya BUMD itu hancur dan juga banyak masalah, kan bukan masalah perusahannya, tapi kan masalah manajemen dan prilaku oknum. Kita harus berbuat lebih baik ke depan. Tetapi tidak sesimple itu, dan langsung menyerah dan menyerahkan ke PELINDO, "tambah dia.





Sesungguhnya kalau di KADIN, PELINDO itu mitra KADIN. Nah tampil kit la juga harus berfikir arif dan bijaksana, memikirkan kearifan lokalnya. Ini juga sebuah lapangan kerja bagi anak-anak masyarakat Kabupaten Bengkalis. Kalau sejumlah pelabuhan dikelola pemerintah daerah, maka pastilah rekrutmen tenaga kerja anak-anak Bengkalis, dan tidak akan ke mana-mana.





"Kalau soal manajemen yang harus kita benahi ya ayok kita sama-sama kita pikirkan, paling tidak ada keseriusan. Inibjuga sesuai dengan visi misi Bupati kita, sesuai juga dengan program prioritas Bupati kita. Maka kita berkewajiban mencari solusi yang terbaik, "jelas Mas Bagong.





Sebagai pertimbangan, seandainya nanti sejumlah pelabuhan itu benar-benar dikelola oleh PELINDO, maka untuk rekrutmen tenaga kerja tetap akan mengikuti kreteria pihak PELINDO yang dibawahi pihak BUMN. Artinya belum tentu anak-anak Bengkalis mendapat peluang menjadi karyawan. Meskipun memang PELINDO ahli bidang pelabuhan. Tetapi bukan berarti juga daerah  tidak punya kamampuan, sepanjang mau belajar, dan mau mengelola dengan baik.





"Harapan kita dari KADIN, dalam upaya mengelola pelabuhan ini, Pemerintah mau membuka diri untuk diskusi, mencari untung ruginya sampai di mana, ketika nantinya benar-benar sejumlah pelabuhan dikelola pihak PELINDO. Dan ketika kita kelola sendiri juga demikian. Artinya mari sama-sama diskusi terlebih dahulu, sebelum terlambat, "tutupnya.**


TerPopuler