Mencatut Nama Ketum KADIN Minta Bantu Air Kaleng, Masuri: Innalillahi -->

Mencatut Nama Ketum KADIN Minta Bantu Air Kaleng, Masuri: Innalillahi

, Mei 15, 2021

RIAUEXPRESS, BENGKALIS - Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bengkalis, Masuri, SH, mengucapkan Innalillahi Wainnailahi Rojiun, usai membaca proposal milik kelompok mengatasnamakan KADIN Kabupaten Bengkalis UMKM Naik Kelas, yang isinya meminta air kaleng kepada pengusaha menjelang hari raya Idul Fitri 1442 H.





Ucapan Innalillah Wainnailahi Rojiun keluar dari lisan pria dengan panggilan mas Bagong ini, pasalnya oknum yang dinilai tidak bertanggung jawab dengan menjalankan proposal itu, dianggap telah mencoreng kelembagaan para pengusaha (KADIN-red) yang sampai saat ini masih dipimpinnya, tapi malahan meminta minuman air kaleng kepada para pengusaha.





"Saya ucapkan Innalillahi ini pasalmya, proposal yang mengatasnamakan KADIN UMKM Naik Kelas itu, mencatut Surat Keputusan (SK) dikeluarkan oleh KADIN pusat yang ditanda tangani oleh Ketum Rosan Perkasa Roslaini, pimpinan kami, "ujarnya didepan awak media di kediamannya Jalan Kelapapati Darat, Jumat (14/5/21) malam.





Pria ini jelaskan, KADIN itu adalah Organ Negara yang dilahirkan oleh UU no.1 tahun 1987, dan juga Keputusan Presiden (Kepres) no.17 tahun 2010, merupakan wadah masyarakat usaha, dan juga sebagai mitra strategis pemerintah dibidang ekonomi. Dan perlu digaris bawahi, anggota KADIN itu merupakan para pengusaha.





Menurut mas Bagong, di tubuh KADIN, tidak mengenal yang namanya "KADIN UMKM Naik kelas" seperti yang tertulis dalam proposal minta bantuan air kaleng oleh oknum yang mengaku Ketua KADIN Bengkalis. Tapi KADIN itu lahir dari UU dan Kepres, berperan dan berfungsi meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dari berbagai bidang sektor ekonomi dan bisnis.





"Di dalamnya, melakukan pembinaan dan meningkatkan para wirausaha yang ada, untuk melahirkan wirausaha baru. Kemudian melatih dan mengedukasi masyarakat usaha menuju jaman digitalisasi terutama kaum melenial, "terangnya lagi.





Sebagai mitra Pemerintah, KADIN harus bisa mandiri tanpa harus membebani pihak manapun, termasuk Pemerintah maupun masyarakat usaha. Bahkan KADIN harus bisa mengayomi dunia usaha dibawahnya, karena KADIN sebagai induk dari dunia usaha dengan memberikan solusi, bukan malah meminta solusi.    





Menanggapi soal proposal minta air kaleng dengan mengatasnamakan KADIN dengan disusupi kalimat "UMKM Naik Kelas" itu, Masuri menilai kepada oknum yang tak bertanggung jawab tersebut sudah melakukan tindakan 'Ngawur', karena tidak sesuai dengan isi kandungan UU dan Kepres tentang KADIN.





Karena sudah ada indikasi mencatut dan melakukan pencemaran nama baik terhadap Ketua KADIN Pusat, Rosan Perkasa Roslaini, sesuai barang bukti proposal meskipun hasil foto copy, akan tetapi sudah dibagi-bagikan ke banyak orang sebagai lampiran untuk minta minuman kaleng.





"Maka langkah yang akan kita tempuh, pertama akan kita pelajari terlebih dahulu masalah ini dari sisi hukumnya, sekaligus koordinasi dengan KADIN tingkat Provinsi dan Pusat. Apakah perlu kita lakukan somasi diiringi proses hukum atau bagaimana, itu nanti tergantung petunjuk atasan. Kita tunggu saja kelanjutannya, "tegas Masuri.





Sebelumnya, Nina Chairunisyah yang mengaku sebagai Ketua KADIN Bengkalis, ketika dikonfirmasi wartawan sampaikan, bahwa pihaknya membuat proposal meminta bantuan hanya minuman kaleng, dan tidak ada unsur paksaan.





"Di kasih kita terima, dan kalau pun tidak kami tidak memaksa. Dan apabila ada berita kalau kami memaksa itu bohong, karena memang kami tidak ada bantuan darimanapun di KADIN ini. Jadi saya sebagai ketua merasa terzholimi karena berita ini, "katanya melalui jejaring WhatsApp wartawan.**


TerPopuler