Ops Yustisi di Bengkalis, Terbukti Efektif Putus Klaster Baru Covid-19 -->

adsterra1

CETAK BERITA

Print Friendly and PDF

adsterra3

Ops Yustisi di Bengkalis, Terbukti Efektif Putus Klaster Baru Covid-19

, Juli 23, 2021

RIAUEXPRESS, BENGKALIS - Operasi (Ops) Yustisi dalam menekan penyebaran Covid-19 di wilayah hukum Kabupaten Bengkalis, terbukti sangat efektif untuk memutus mata-rantai Covid-19. Sehingga diharapkan dengan melakukan ops tersebut, mampu meminimalisir klaster baru.

Karena, Ops Yustisi ini merupakan serangkaian tindakan hukum yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah bekerjasama dengan Forkopimda (Forum Komunikasi Pemerintah Daerah), seperti TNI-Polri, Kejaksaan dan Pengadilan.

Dan Ops Yustisi ini, sebagai upaya dalam rangka pemeliharaan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat, serta penindakan atas dugaan pelanggaran Peraturan Daerah yang mengandung unsur Pidana.

Bahwa, Ops Yustisi tersebut dinilai sangat efektif dalam memutus klater baru Covid-19, hal ini dijelaskan oleh Kapolres Bengkalis, AKBP Hendra Gunawan, SIK melalui Kasat Binmas AKP Basuki, bahwa dari beberapa rangkaian kegiatan ops itu, sudah beberapa warga yang ketahuan positif, meskipun hanya beberapa persen saja dari ratusan warga di lapangan, yang tak terapkan Protokol Kesehatan (Proles).

"Bukti efektifnya Ops ini diantaranya, kita temukan seorang pengamen yang sedang bernyanyi di pelabuhan penyeberangan RoRo Air Putih, Kecamatan Bengkalis. Karena tidak terapkan Prokes memakai masker, maka langsung kita lakukan Swab Antagen di lokasi. Dan ternyata terbukti Positif, "ujarnya.

Untungnya, lanjut Kasat Basuki, cepat ketahuan pengamen tersebut Positif Covid-19. Kalau tidak ketahuan, tak bisa dibayangkan lagi berapa jumlah warga yang akan tertular Covid-19 dari seorang pengamen tersebut. Karena untuk mencari uang, pengamen tetap harus kontak langsung dengan warga.

"Saat itu, kita gelar Ops Yustisi ini para waktu pagi hari sekitar pukul 10.00 WIB. Dan setelah seorang pengamen ketahuan Positif Covid-19, maka tim langsung turun ke lapangan untuk melakukan penyemprotan dengan cairan disinfektan, "jelas Basuki.

Selanjutnya, seorang lagi sebagai teman mengamen juga dilakukan Swab Antagen, dan hasilnya negatif. Kemudian pengamen yang positif diminta untuk melakukan isolasi mandiri dengan dipantau tim PPKM, seperti Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Tenaga Kesehatan (Nakes) dari Puskesmas setempat.

Karena pandemi Covid-19 belum juga berakhir di wilayah Provinsi Riau, terutama Kabupaten Bengkalis, maka seluruh masyarakat diminta untuk selalu terapkan Prokes dengan menjalankan 5M, yakni makai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan terakhir mengurangi mobilitas.

"Dengan cara ini, kita harapkan pandemi Covid-19 ini cepat berakhir, dan masyarakat tidak ada lagi yang Positif. Sehingga kehidupan bermasyarakat normal kembali seperti sediakala, Amin, "harap Kasat berdoa.**

TerPopuler