Pemkab Meranti Kecewa, Penyelenggara JKN-D di Pekanbaru Plin-plan -->

Pemkab Meranti Kecewa, Penyelenggara JKN-D di Pekanbaru Plin-plan

, Juli 05, 2022



RIAUEXPRESS, MERANTI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Meranti menilai pihak penyelenggara Rapat Koordinasi, Sosialisasi, Rekonsiliasi Program Jaminan Kesehatan Nasional dan Program Jaminan Kesehatan Daerah yang dilaksanakan di SKA Co-Ex Swiss Bell Inn Hotel Pekanbaru sangat tidak profesional, Senin (04/07/22).


Bagaimana tidak, sebelumnya pihak panitia telah berkomunikasi dengan Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setdakab Meranti dan juga Dinas Kesehatan Meranti, bahwa dalam kegiatan itu akan dilakukan penyerahan penghargaan Universal Health Coverage (UHC) BPJS Kesehatan. Itu diberikan karena kabupaten terbungsu di Riau tersebut telah mencapai 95% Kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).


"Mereka (panitia) sudah sampaikan ke kita akan ada pemberian penghargaan UHC. Tapi sesaat sebelum kegiatan itu dimulai, mereka bilang tidak jadi diserahkan, bpjs kesehatan akan membuat acara sendiri, ucap panitia inisial NK dan PT alias Dw, "terang Kepala Bagian Prokopim Setdakab Meranti, Afrinal Yusran petang tadi. 


Kondisi itu jelas membuat pihaknya merasa kecewa dan menilai panitia sangat tidak profesional dalam mengatur agenda acara dan tidak dapat menjelaskan kronologis dan terkesan menghindar.


"Selama Pemkab Meranti mengikuti agenda acara baik daerah atau nasional  baru kali ini diperlakukan tidak patut oleh pihak penyelenggara, "kesal yusran.


Ditempat yang sama, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Meranti, M. Fahri, S.KM turut menyampaikan kecewa dalam acara tersebut. 


Fahri menambahkan, sebelum acara pihaknya sudah mengkoordinasikan kepada panitia bahwa penerimaan penghargaan tersebut akan dilakukan, dan panitia berharap Bupati meranti harus hadir. 


"Sebelum acara pun kita dikonfirmasi pihak dinkes Provinsi Riau bahwa Bupati harus hadir, karna akan ada penerimaan penghargaan capaian UHC yang merupakan satu - satunya kabupaten yang dapat, dan kita pasti senang lah, dengan padatnya jadwal Bupati beliau menyempatkan diri untuk hadir di acara itu dan akhirnya tak jadi, "bebernya.


Bahkan dia akui tidak tahu acara tersebut siapa yang penyelenggaraan. "Yang jelas capaian UHC kita memang baik, dan itu menjadi dasar kita, undangannyapun ditandatangani Gubernur. Jadi gak mungkin gak benar kan ?, tapi nyatanya acara mau dimulai malah gak, jadi, saya gak tahu penyebabnya apa, "sesal Fahri.**


Laporan: Martin Raigon. S

TerPopuler