https://bugaruche.com/dAmKFnzWd.GoNiv-ZDGvUM/DeFm/9EupZZUsl/kFPSTuY/ywNqDUcRx/N/j/A/taNCjaIZ0sNDz/E/2hMaQE Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti dari 110 Perkara -->

CETAK BERITA

Print Friendly and PDF

Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti dari 110 Perkara

, April 23, 2026
Prosesi pemusnahan barang bukti

RIAUEXPRESS, BENGKALIS - Komitmen penegakan hukum yang tegas dan transparan kembali ditunjukkan Kejaksaan Negeri Bengkalis. Bertempat di halaman kantor Kejari Bengkalis, Kamis (23/04/2026) pagi, ratusan barang rampasan negara dimusnahkan sebagai bagian dari eksekusi putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap (incracht).


Kepala Kejaksaan Negeri Bengkalis, Nadda Lubis, mengungkapkan bahwa barang bukti yang dimusnahkan berasal dari total 110 perkara, dengan rincian 79 kasus narkotika, 19 perkara oharda, serta 12 perkara kamtibum dan tindak pidana umum lainnya.


“Pemusnahan ini merupakan bentuk nyata komitmen kami dalam menegakkan hukum di wilayah Kabupaten Bengkalis secara transparan, akuntabel, dan berintegritas,” tegas Nadda di hadapan para tamu undangan.


Ia menekankan, langkah tersebut tidak hanya sebagai bentuk pelaksanaan putusan pengadilan, tetapi juga upaya mencegah potensi penyalahgunaan barang bukti serta menjaga keamanan masyarakat.


“Setiap perkara yang telah incracht harus dituntaskan. Pemusnahan ini memastikan tidak ada celah penyalahgunaan barang bukti, sekaligus menjadi bagian dari menjaga ketertiban umum,” ujarnya.


Lebih lanjut, Nadda menegaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi pesan keras bagi para pelaku kejahatan. Negara, kata dia, tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk tindakan kriminal.


“Ini adalah peringatan tegas bahwa negara hadir dan tidak akan tinggal diam terhadap pelanggaran hukum. Kami akan terus bertindak untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ungkapnya.


Ia juga menambahkan, pemusnahan barang bukti ini menjadi salah satu langkah strategis dalam menciptakan situasi Bengkalis yang aman dan kondusif, serta meminimalisir potensi munculnya tindak pidana baru, baik dari pengaruh internal maupun eksternal.


Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh jajaran kepala seksi Kejari Bengkalis, Staf Ahli Bupati Bengkalis Andris Wasono, perwakilan Dinas Kesehatan, Humas Pengadilan Negeri Bengkalis Mas Toha Wiku Aji, serta unsur Forkopimda di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis.


Dengan pemusnahan ini, Kejari Bengkalis kembali menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam memastikan setiap proses hukum berjalan tuntas hingga akhir.**

TerPopuler