![]() |
| Tersangka sedang jalani pemeriksaan kejiwaan |
RIAUEXPRESS, BENGKALIS - Pasca kasus pembunuhan sadis yang dilakukan oleh anak kandung terhadap ayahnya dengan parang di Desa Tasik Serai, Kecamatan Pinggir, kini pihak kepolisian melakukan pemeriksaan psikologis tersangka, Rabu (08/04/26).
Pemeriksaan tersebut dilakukan oleh Tim Psikologi SDM Polda Riau dipimpin Kabag psikologi Biro SDM Polda Riau AKBP Dr. Winarko, M.Ps.i bertujuan untuk pemeriksaan mendalam terhadap tersangka yang merupakan anak kandung korban.
"Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kejiwaan, stabilitas emosi, serta faktor-faktor psikologis yang kemungkinan melatarbelakangi tindakan kekerasan tersebut, "ujar Kasi Humas AIPDA Juliandi Bazrah.
Dijelaskan, hasil pemeriksaan psikologis ini juga akan menjadi bahan pertimbangan dalam penanganan hukum selanjutnya. Tim melakukan serangkaian metode, mulai dari wawancara, observasi perilaku, hingga tes psikologi guna mendapatkan gambaran utuh terkait kondisi mental tersangka.
"Langkah ini penting untuk memastikan penanganan kasus dilakukan secara komprehensif, tidak hanya dari sisi hukum, tetapi juga dari aspek psikologis pelaku, "tambahnya.
Saat ini, tersangka masih diamankan dan menjalani proses hukum lebih lanjut di Polres Bengkalis, sembari menunggu hasil lengkap dari pemeriksaan psikologis oleh tim ahli.
"Peristiwa ini sekaligus menjadi perhatian bersama akan pentingnya kesehatan mental dalam lingkungan keluarga sebagai upaya pencegahan terjadinya tindakan kekerasan, "jelasnya.
Sebelumnya, berdasarkan keterangan saksi di lokasi, diketahui bahwa sebelum kejadian sempat terjadi pertengkaran antara korban dengan istrinya pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB. Korban diketahui meminta sejumlah uang dan sempat terjadi cekcok. Setelah itu, istri korban pergi ke ladang meninggalkan korban bersama anaknya di rumah.
Diduga, pelaku yang merupakan anak kandung korban berinisial RMMP (19), yang saat itu berada di rumah, kemudian melakukan aksi nekatnya sekitar pukul 13.00 WIB. Saat korban sedang tertidur di dalam kamar, pelaku mengambil sebilah parang dari gudang dan langsung melakukan penyerangan dengan membacok korban berkali-kali pada bagian kepala dan leher.
Akibat serangan tersebut, korban meninggal dunia di tempat dengan luka yang sangat serius. Hasil visum sementara menunjukkan adanya beberapa luka terbuka di bagian kepala, leher, dan dada, serta patah tulang tengkorak dan leher.

