https://bugaruche.com/dAmKFnzWd.GoNiv-ZDGvUM/DeFm/9EupZZUsl/kFPSTuY/ywNqDUcRx/N/j/A/taNCjaIZ0sNDz/E/2hMaQE Tanpa Visa, Narsum dari Malaysia dan Panitia Seminar Bahasa Arab IAIN Bengkalis Diperiksa Imigrasi -->

CETAK BERITA

Print Friendly and PDF

Tanpa Visa, Narsum dari Malaysia dan Panitia Seminar Bahasa Arab IAIN Bengkalis Diperiksa Imigrasi

, Mei 22, 2026
Kantor Imigrasi Bengkalis jalan A. Yani

RIAUEXPRESS, BENGKALIS - Panitia penyelenggara seminar kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Datuk Laksemana Bengkalis, serta Nara Sumber dari Civitas akademika University Kebangsaan Malaysia (UKM) Bangi, Selangor diperiksa pihak Kantor Imigrasi Kelas II TPI Bengkalis, Jum'at (22/05/26).


Menurut Plh Kepala Kantor Imigrasi Bengkalis Hendro Tri sampaikan, bahwa awal mula pihak panitia penyelenggara seminar di kampus IAIN Bengkalis dan nara sumber dari Malaysia diperiksa tersebut, lantaran pihak Intel Imigrasi menemukan adanya dugaan pelanggaran administrasi tentang keimigrasian.


"Sebelumnya pihak Intelijen kantor kita telah mendapatkan informasi, bahwa akan ada yang mau berkunjung ke kantor IAIN dalam rangka seminar. Sehingga kita melakukan pengawasan terkait visa izin tinggal yang dimiliki oleh WNA dari Malaysia tersebut, "katanya.


Jadi, setelah dicek bahwa para WNA tersebut hanya mengantongi BVKS (Bebas Visa Kunjungan Singkat), dan karena mereka itu di Bengkalis memberikan kuliah umum, maka mereka harus mengantongi Visa C10, dan mereka tidak mengantongi Visa yang dimaksud.


"Visa C10 ini merupakan Visa untuk WNA yang melakukan kunjungan sekali masuk (Single-Entry) ke Indonesia yang diundang untuk menghadiri pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran (MICE), "jelas Hendro.


Dijelaskan, lanjutnya, setelah berkomunikasi dengan pimpinan (Kepala Kantor Imigrasi Bengkalis Agnes Pramudya), pihak imigrasi memberikan surat peringatan terhadap panitia penyelenggara dan pihak nara sumber dari Malaysia tersebut, agar hal itu tidak sampai terulang kembali.


"Kejadian seperti ini lantaran tidak ada koordinasi dan komunikasi sebelumnya dengan kami. Seandainya terlebih dulu ada komunikasi, maka kami akan memberikan panduan kepada pihak panitia seminar IAIN Bengkalis, agar para nara sumber WNA tersebut mengantongi Visa C10 dulu sebelum ikuti kegiatan, "jelasnya lagi.


Menurut Hendro, untuk mendapatkan C10, pihak penyelenggara cukup mendaftar di Direktorat Jenderal (Dirjen) Imigrasi melalui alamat email secara online dengan mengupload KK, KTP dan atau kartu kelahiran, dan akan diverifikasi jangka waktu selama dua hari.


Kemudian setelah lolos verifikasi maka diberi jangka waktu 5-7 hari kerja untuk mengisi persyaratan admistrasi termasuk nama-nama WNA yang akan diundang sebagai peserta atau nara sumber kegiatan. 


"Nanti Dirjen Imigrasi pusat akan membalasnya juga melalui email. dan Visa C10 itu dikeluarkan Dirjen Imigrasi pusat  juga melalui email. Sehingga bagi WNA sebagai narasumber atau peserta kegiatan sebelum datang ke Indonesia sudah memiliki C10. Dan Visa ini hanya berlaku 19 hari, apabila tidak digunakan maka akan hangus. Dan selama ini aturannya memang seperti itu, "jelas Hendro lagi.


Sementara itu, Kepala Program Studi (Prodi) Bahasa Arab IAIN Bengkalis, Ulfa katakan, bahwa dirinya menjalani pemeriksaan Kantor Imigrasi Bengkalis dengan di BAP berjumlah sekitar 28-29 pertanyaan.


Ia juga mengakui memang tidak tahu menahu bagi WNA yang akan ikuti kegiatan pertemuan tersebut harus ada izin dari imigrasi dengan mengantongi Visa C10 terlebih dahulu.


Pada dasarnya WNA dari Malaysia itu melakukan kunjungan dengan silaturahmi. Karena sama sama kampus bertujuan untuk menambah  jaringan internasional. Namun dengan keadaan seperti ini maka kedepan akan dikemas lebih akademis lagi.


"Soal izin harus mengantongi Visa C10 itu merupakan ilmu baru. dari awal memang saya tidak tahu. Dan dengan situasi seperti ini maka akan saya kasih tahu kepada prodi lain, agar bila ada kegiatan semacam ini harus izin ke imigrasi dulu, "tambahnya.


WNA dari Malaysia yang datang ke Bengkalis terutama bertujuan di Kampus IAIN Bengkalis untuk kegiatan seminar bahasa arab tersebut berjumlah sekitar 35 orang, dan tidak semuanya sebagai peserta seminar, ada juga bagian dari saudara dan keluarga tersebut yang ikut datang ke Bengkalis. Mereka tinggal di Bengkalis selama 4 hari dari hari Rabu dan akan pulang Sabtu besok.**

TerPopuler