Ia terpilih secara aklamasi sebagai calon tunggal dalam forum yang dibuka langsung Ketua DPD Golkar Riau, Yulisman, di Kecamatan Mandau, Selasa (26/10/2026).
Penetapan Fakhtiar berlangsung dalam sidang yang dipimpin perwakilan DPD Golkar Riau, Ikhsan. Ia memperoleh dukungan penuh dari seluruh peserta pemilik hak suara.
Usai ditetapkan, Fakhtiar menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran Musda. Ia berkomitmen membawa Golkar Bengkalis lebih maju dan berperan aktif dalam pembangunan daerah.
"Ke depan, kita akan membawa Golkar Bengkalis menjadi lebih baik. Golkar juga siap ikut membangun Kabupaten Bengkalis agar kehadirannya semakin bermakna bagi masyarakat," ujar Fakhtiar.
Menurutnya, kepengurusan ke depan membutuhkan kerja sama solid mulai dari tingkat kabupaten hingga kecamatan. Ia mengajak seluruh pengurus dan kader bekerja sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.
"Saya mengajak seluruh pimpinan Golkar di kecamatan untuk terus bekerja sesuai AD/ART. Kita harus menjaga kebersamaan dan memperkuat organisasi agar Golkar dapat terus berkontribusi bagi masyarakat," katanya.
Musda Golkar Bengkalis kali ini tidak hanya menjadi agenda pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum konsolidasi dan penguatan komunikasi antartokoh politik daerah.
Suasana kebersamaan tergambar dari pesan para tokoh. Ketua DPD Golkar Bengkalis sebelumnya, Syahrial, menggambarkan Musda sebagai ajang reuni lewat pantun keakraban. Bupati Bengkalis Kasmarni menekankan pentingnya mengakhiri perbedaan politik dan membangun kebersamaan demi kepentingan daerah.
Ketua DPD Golkar Riau Yulisman juga mengajak seluruh pihak bersatu memperkuat sinergi membangun Kabupaten Bengkalis.
Dengan terpilihnya Fakhtiar Qadri, Golkar Bengkalis memasuki babak kepemimpinan baru dengan tantangan memperkuat konsolidasi hingga tingkat kecamatan dan menerjemahkan komitmen politik menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat.**

