Ops Keselamatan Lancang Kuning 2021, Balap Liar di Kota Bengkalis jadi Prioritas -->

Ops Keselamatan Lancang Kuning 2021, Balap Liar di Kota Bengkalis jadi Prioritas

, April 12, 2021

RIAUEXPRESS, BENGKALIS - Di Bulan Suci Ramadhan 1442 H/2021, Polres Bengkalis menggelar Gerakan Pasukan Ops Keselamatan Lancang Kuning-2021, dengan diikuti instasi terkait dari unsur TNI dan Pemerintahan Kabupaten Bengkalis, Senin (12/04/21).





Apel Gerakan Pasukan Ops Keselamatan Lancang Kuning ini bertemakan 'Meningkatkan Profesionalisme Polri Dalam Rangka Meningkatkan Kepatuhan Hukum Masyarakat Dalam Berlalu Lintas'.





Dijelaskan, bahwa Operasi Keselamatan Lancang Kuning-2021 ini, merupakan Satgas Pusat bersama Satgas Daerah dan Satgas Polres didukung instansi terkait, dengan lebih mengedepankan teguran. 





"Menyelenggarakan operasi kepolisian terpusat dengan sandi operasi Keselamatan-2021. Dan untuk Polda Riau dengan Sandi Keselamatan Lancang Kuning-2021, "terang Kapolres dalam apel.





Operasi ini, lanjut dia, dilaksanakan selama 14 hari di seluruh Indonesia dalam bentuk bidang lalulintas yang mengedepankan giat preventif prioritas, untuk mewujudkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap Prokes dan juga berlalu lintas.





Disamping itu, meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalulintas. Serta membangun budaya tertib lalulintas dan meningkatkan pelayanan kepada Publik.





Apalagi di Bulan Ramadhan yang telah sudah, di kota Bengkalis sering terjadi balap liar. Sehingga seluruh petugas juga ditekankan untuk memantau dan melakukan tindakan tegas, agar tidak terjadi lagi keresahan masyarakat di jalan raya. 





"Berdasarkan program decade of action for road safety 2011-2021 (DOA) atau dekade aksi keselamatan jalan yang telah dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang bertujuan untuk mengurangi korban meninggal dunia pada tahun 2021 sebesar 50,%, "ujarnya.





Sedangkan, dalam target operasi Keselamatan Lancang Kuning-2021 adalah dengan sasaran Benda, Manusia, tempat lokalisasi, serta kegiatan difokuskan pada rest area, pengemudi ranmor yang tidak melaksanakan Prokes.





"Masyarakat yang tidak melaksanakan Prokes dan serta masyarakat yang berkerumun pada lokasi tertentu. Keselamatan memang sesuatu yang pertama dan utama dalam berlalu lintas dalam konteks, lalulintas harus dipahami sebagai urat nadi kehidupan, "ungkapnya.





Kemudian, untuk data jumlah kecelakaan lalulintas Ops keselamatan lancang kuning-2021, sebanyak 23 kejadian mengalami kenaikan 4 kejadian atau 21% dibandingkan periode yang sama tahun 2019 sebanyak 19 kejadian.





"Korban meninggal dunia 2020 sebanyak 8 orang. Korban luka ringan 15 orang mengalami kenaikan 7 kejadian atau 87 persen, "pungkasanya.**


TerPopuler