close


Serius Kembangkan Madu Lebah, Wabup Bagus Datangkan Pakar Dari Seberang -->

Serius Kembangkan Madu Lebah, Wabup Bagus Datangkan Pakar Dari Seberang

, April 04, 2021

RIAUEXPRESS, BENGKALIS - Dalam upaya mendorong para pelaku usaha di sektor pertanian dan budi daya madu lebah, dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, Pemkab. Bengkalis melalui Wakil Bupati (Wabup) Bagus Santoso, mendatangkan pakar madu lebah dari Magelang, Jawa Tengah.





Pakar budi daya madu lebah dari Magelang ini bernama Hadi Utomo, Bagus juga mengundang, kemudian juga mendatangkan pengusaha sukses madu lebah dari Pekanbaru, H. Agus. Mendatangkan kedua orang ini bersamaan panen madu lebah di Desa Kembung Luar, Sabtu (03/04/21) kemarin.





“Hari ini saya datangkan pakar madu lebah dari Magelang Jawa Tengah, mbah Hadi Utomo. Beliau ini terus berkeliling Indonesia mempelajari berbagai koloni lebah, dan saat ini rutin memberikan pelatihan, mentransfer ilmunya kepada para pembudidaya madu lebah di seluruh Indonesia, "ujar Wabup Bagus Santoso.





Begitu juga, terang dia, H. Agus. Merupakan pengusaha sukses dari Pekanbaru. Tentu dengan keahliannya diharap ada kerjasama, karena sejauh ini Pemkab. Bengkalis tidak bisa terus mengandalkan APBD.





"Dengan potensi budidaya madu lebah di Kembung Luar, kita harapkan tetap dipertahankan dan dijaga kelestariannya. Termasuk menjaga keaslian kandungan madunya. Jangan dicampur dengan unsur lain, karena berbahaya bagi kesehatan konsumen, juga akan menjejaskan nilai jual, "pinta Bagus.





Dalam hal madu lebah ini, Bagus Santoso, yang merupakan mantan wartawan yang juga membudidaya lebah madu jenis Mellifera di sejumlah lokasi di Provinsi Riau ini, bertekad menjadikan Bengkalis sebagai penghasil madu terbesar di Riau bahkan di Indonsia.





"Dengan kata lain, nilai ekonomi madu sangat menjanjikan, bahkan menurut Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKS) Provinsi Riau, Subari, bahwa keuntungan jual madu tiga kali lipat dari hasil karet, Potensinya luar biasa, jika kombinasikan dengan sentuhan-sentuhan teknologi atau cara modern, insyaallah hasilnya akan bertambah baik, "jelas dia lagi.





Sementara itu, pakar lebah madu asal Magelang, Hadi Utomo mengakui potensi budidaya di Desa Kembung Luar cukup bagus, dan harus tetap dipertahankan. Karena sumber daya alam sebagai sumber pakan bagi lebah melimpah, selain itu madu yang dihasilkan juga cukup berkwalitas.





“Budidaya sesuai kearifan lokal yang dilakukan selama ini tetap kita pertahankan, jangan pernah dirubah, kita sangat hormati itu dan tidak akan merubah pola yang sudah ada. Saya hanya sharing dengan pengalaman dan ilmu yang ada, "terang Hadi Utomo.





Dari beberapa teknik yang disampaikan, mulai dari pembuatan rumah lebah dengan frem, dan cara panen, serta teknik mentiriskan madunya, Hadi yakin panen bisa dilakukan lebih sering dibanding dengan yang ada saat ini.





Zaidir, salah seorang pemilik budidaya madu lebah di Desa Kembung Luar mengatakan, budidaya lebah madu yang dilakukan selama ini cukup sederhana dan tradisional, dengan masa panen setahun sekali.





“Kami hanya menggunakan tong-tong kecil tanpa frem untuk sarang lebah. Memang kalau menggunakan frem bisa panen berkali-kali tapi kami tak punya modal,” ujar Zaidir.





Usai panen madu lebah di Kembung Luar, wabup Bagus Santoso bersama rombongan langsung nyeberang ke Desa Api-Api Kecamatan Bandar Laksamana. Masih di misi yang sama, kali ini rombongan wabup menjajaki potens budidaya lebah madu jenis Mellifera di lokasi perusahaan akasia milik PT Sakato Pratama Makmur (PT SPM).





Didampingi pejabat PT SPM, wabup bersama mbah Hadi dan rombongan berkeliling di areal perusahaan mencari lokasi yang pas untuk budidaya lebah madu. Dan dinilai potensi di areal perkebunan luar biasa, ada mangium (akasia) dan pohon sawit sebagai sumber utama makanan lebah madu.**


TerPopuler