close


Hakim Vonis Oknum Guru Ngaji Siak Kecil Cabuli Muridnya 9 Tahun Penjara -->

Hakim Vonis Oknum Guru Ngaji Siak Kecil Cabuli Muridnya 9 Tahun Penjara

, Juni 10, 2022

Keluarga korban pencabulan


RIAUEXPRESS, BENGKALIS - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis mengganjar oknum guru ngaji warga desa Sungai Nibung, kecamatan Siak Kecil, kabupaten Bengkalis dengan hukuman 9 tahun penjara, Rabu (08/06/22) kemarin. 


Hukuman ini dijatuhkan majelis hakim karena terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pencabulan terhadap anak muridnya sendiri.


Hal ini diungkap kuasa hukum korban Fahrizal SH didampingi rekanya Helmi Syafrizal, bahwa proses persidangan terhadap terdakwa berlangsung sejak April lalu. Pihaknya sangat mengapresiasi atas putusan majelis hakim, karena sudah memenuhi dan mewakili rasa keadilan bagi keluarga korban.


"Oknum guru ngaji ini berani berbuat harus berani bertangungjawab. Ini merupakan pelajaran bagi pelaku dan masyarakat lainnya, "ungkap Fahrizal, Jum'at (10/06/22) siang.


Sementara perwakilan keluarga korban  sangat berterimakasih kepada semua pihak yang sudah mendampingi mengawal proses hukum berjalan. Hal ini diungkap Daud salah satu keluarga korban.


"Proses sidang cukup panjang, sebuah kebenaran dan keadilan akhirnya terbukti. Bukan masalah putusan sidang seberapa lama atau cepat nya hukuman dan Alhamdulillah kita sudah dapat membuktikan yang salah ya di depan hukum itu tetap salah, "terangnya.


Menurut dia, hukuman ini sebagai bahan pembelajaran untuk semua. "Tidak usah takut dan ragu untuk mengungkap kebenaran, baik itu pejabat, ustadz atau siapapun itu, "tandasnya.


Seperti diketahui Kepolisian Resor (Polres) Bengkalis akhirnya menangkap seorang pria di Desa Sungai Nibung Kecamatan Siak Kecil diduga sebagai pelaku tindak pidana pencabulan anak di bawah umur, Minggu (05/01/22) sore. Pria yang diamankan tersebut berinisial SP (49) yang berprofesi sebagai guru mengaji anak disekitaran tempat tinggalnya.


Korban pencabulannya juga masih murid mengajinya sendiri sebanyak empat orang anak. Hal ini diungkap Kasatreskrim Polres Bengkalis AKP Meki Wahyudi kepada awak media, Selasa (25/01/22) siang tahun ini.


Menurut dia, perbuatan pelaku terungkap setelah salah satu orangtua murid mengaji tersebut melaporkan perbuatan tidak senonoh ini ke Polsek Siak Kecil. "Pelaporan pencabulan ini dilakukan salah satu orangtua korban Desember kemarin ke Polsek Siak Kecil, kemudian Polsek Siak Kecil meneruskan ke kita, "terang Kasatreskrim.


Kejahatan pelaku awalnya terungkap setelah salah satu orangtua murid mengaji yang menjadi korban pencabulan berinisial AF bertemu dengan orangtua murid yang lainnya, Sabtu (25/12/22) kemarin.


Kemudian menceritakan kepada anaknya mendapat perbuatan cabul dari guru mengajinya.


"Dari keterangan ini orangtua murid tersebut langsung menanyakan kepda anaknya apakah pernah mendapat perlakuan yang sama. Orang tua berinisial AL ini mendengarkan pengakuan anaknya bawah pernah mendapatkan perlakuan cabul juga, "terang Kasat.


Tidak terima anaknya diperlakukan cabul kemudian mereka membuat laporan Kepolisian. "Kita menerima laporan ini langsung berkoordinasi dengan Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak untuk melakukan pemeriksaan anak yang menjadi korban, "terangnya.


Hasil pemeriksaan, pihak Kepolisian mendapatkan dua alat bukti yang cukup dan menetapkan guru mengaji ini sebagai tersangka serta dilakukan penahanan. Hasil pemeriksaan SP melakukan perbuatan cabul kepada korbannya yakni murid perempuan sebanyak empat orang.


"Mereka dicabuli korban dengan dicium dan dipegang di daerah sensitifnya. Bahkan dilakukan beberapa kali sepanjang tahun 2021 lalu, "tambahnya.


Pengakuan tersangka awalnya perbuatan tersebut dilakukan karena iseng. Namun berkelanjutan terus menerus sampai saat di laporkan keluarga melaporkan perbuatan ini.


Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 82 ayat 1 dan ayat 2 junto pasal 76 E Undang Undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun.**

TerPopuler