close


Beri Pemahaman Karhutla di Usia Dini Libatkan Sekolah, PT Sinar Mas Luncurkan Buku Cerita Anak -->

Beri Pemahaman Karhutla di Usia Dini Libatkan Sekolah, PT Sinar Mas Luncurkan Buku Cerita Anak

, Agustus 31, 2022

Foto bersama sebelum peluncuran buku dimulai


RIAUEXPRESS, SIAK - Sinar Mas Agribusiness and Food meluncurkan edisi kedua dan ketiga buku cerita anak “Rumbun dan Sahabat Rimba” di Siak, Riau, sebagai bagian dari program jangka panjang pencegahan kebakaran berbasis masyarakat Desa Makmur Peduli Api (DMPA), Rabu (31/08/22).


Buku cerita ini diharapkan akan membantu guru untuk memberikan edukasi kepada siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tentang pentingnya mencegah kebakaran hutan, dan melestarikan lahan gambut. 


Menyusul keberhasilan peluncuran edisi pertama di tahun 2020, maka kedua edisi baru ini memberikan pengenalan kepada anak-anak akan kelompok-kelompok yang terlibat dalam manajemen dan pencegahan kebakaran, alat dan perlengkapan yang digunakan, serta pentingnya menjaga lahan gambut. 


Demikian yang disampaikan Vice President Agronomy Sinar Mas Agribusiness and Food, Septianus Harianja, bahwa diacara peluncuran yang diselenggarakan di wilayah provinsi Riau ini, dengan diikuti sekitar 75 siswa, guru dan kepala sekolah dari beberapa sekolah di kabupaten Siak.


"Mereka mengikuti kegiatan mendongeng, permainan edukasi gambut, pengenalan sarana dan prasarana pemadam kebakaran lahan, dan simulasi secara langsung cara memadamkan api oleh tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat (KTD) Perusahaan dan Masyarakat Siaga Api (MSA), "ungkapnya. 


Dijelaskan, untuk area Riau, upaya mitigasi kebakaran Perusahaan antara lain berfokus pada solusi jangka panjang untuk mencegah kebakaran hutan di dalam dan sekitar area konsesinya. Dan anak-anak adalah masa depan dan pendidikan dini tentang pencegahan kebakaran hutan dan lahan merupakan hal yang penting. 


"Sebab itu, bekerja sama dengan sekolah-sekolah dan para guru, kami berharap dapat menumbuhkan pemahaman siswa tentang kebakaran hutan, dampaknya terhadap ekosistem, dan langkah-langkah pencegahan proaktif yang dapat dimulai sejak usia muda, "jelas dia.


Ia juga sampaikan, bahwa untuk edisi pertama buku cerita tersebut diluncurkan disekitar wilayah operasional perusahaan yang rawan kebakaran. Bekerja sama dengan dinas pendidikan dan guru setempat.


Yakni pertama buku cerita “Rumbun dan Sahabat Rimba” memberikan informasi yang mudah dipahami kepada anak-anak SD tentang kebakaran hutan dan tindakan pencegahannya. Sekitar 6.000 buku cerita tersebut dibagikan ke sekolahsekolah di daerah rawan kebakaran seperti di Sumatra, Kalimantan dan Papua. 


Selanjutnya, dalam beberapa bulan ke depan sekitar 7.500 buku cerita “Rumbun dan Sahabat Rimba” edisi dua dan tiga akan dibagikan kepada anak-anak, guru dan masyarakat di seluruh area perkebunan Perusahaan yang berada di daerah rawan kebakaran. 

 

"Sebagai bagian dari pendekatan multi-stakeholder kami untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan, kami juga telah bermitra dengan Manggala Agni, yang biasa dikenal sebagai Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk memperkuat kemampuan pencegahan kebakaran tim kami. 


Sementara itu, Koordinator Wilayah Manggala Agni Provinsi Riau Edwin Putra, S.Hut, M.Si mengatakan bahwa misinya adalah, meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya kebakaran, baik terhadap sumber daya hutan maupun masyarakat. 


Dengan melalui inisiatif ini, generasi muda akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang kebakaran hutan dan didorong untuk memberikan advokasi praktik-praktik yang bertanggung jawab terkait pencegahan dan pengendalian kebakaran.


"Pendekatan terpadu untuk pencegahan kebakaran Kebakaran hutan dan lahan gambut di Indonesia adalah salah satu masalah lingkungan yang paling menahun di negara ini, "ungkap dia. 


Menurutnya, sebagai Perusahaan agribisnis berkelanjutan dengan kegiatan operasional perkebunan di Indonesia, Sinar Mas Agribusiness and Food berkomitmen untuk melaksanakan kegiatan operasionalnya secara bertanggung-jawab, untuk melindungi lingkungan dan ekosistem dilingkungan masyarakat setempat.


"Jadi, Melalui kepatuhan yang ketat terhadap Kebijakan Nihil Bakar, 99,97 persen area Sinar Mas Agribusiness and Food bebas kebakaran selama tahun 2021, "tutupnya. 

 

Sebelumnya, pada tahun 2016, Sinar Mas Agribusiness and Food meluncurkan DMPA, yang mencakup berbagai inisiatif yang dirancang untuk mencegah dan mengelola kebakaran, termasuk penyebaran lebih dari 10.000 Personil Tanggap Darurat yang bersiaga di seluruh perkebunan Sinar Mas Agribusiness and Food.


Program DMPA tujuannya untuk membangun kapasitas masyarakat lokal dalam mencegah dan mengatasi kebakaran melalui pelatihan pencegahan kebakaran, penyediaan infrastruktur dasar pemadam kebakaran, dan membangun proses peringatan dini untuk menghadapi risiko kebakaran.**


Laporan: Arifin

TerPopuler