https://bugaruche.com/dAmKFnzWd.GoNiv-ZDGvUM/DeFm/9EupZZUsl/kFPSTuY/ywNqDUcRx/N/j/A/taNCjaIZ0sNDz/E/2hMaQE Bukhari: Satgas PKH Jangan Tebang Pilih, Segera Tertibkan Pembabat Hutan Cagar Biosfer GSK-BB -->

CETAK BERITA

Print Friendly and PDF

Bukhari: Satgas PKH Jangan Tebang Pilih, Segera Tertibkan Pembabat Hutan Cagar Biosfer GSK-BB

, Juli 02, 2025
Tokoh masyarakat, Bukhari

RIAUEXPRESS, BENGKALIS - Tim Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) telah menyegel aktivitas kebun sawit di dalam kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di sejumlah titik se Indonesia termasuk wilayah Provinsi Riau.


Akan tetapi, kinerja Satgas PKH dinilai masih tebang pilih atau bahkan dimungkinkan tutup mata, lantaran kawasan hutan masuk katagori dilindungi terindikasi aktifitas pembabatan hutan lindung terus berlangsung, terutama di kawasan hutan lindung Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-  Bukit Batu (GSK-BB).


Ungkapan tersebut disampaikan warga Kecamatan Bukit Batu, Sabri, bahwa ia akui sekitar dua pekan lalu aktifitas dugaan pembabatan hutan di Cagar Biosfer GSK-BB tidak lakukan operasi karena informasinya akan ada razia penertiban kawasan hutan secara besar-besaran.


"Memang sudah sekitar dua minggu berjalan tidak terlihat aktifitas truck angkut kayu olahan yang saya duga dari hasil hutan Cagar Biosfer GSK-,BB yang melintas jalan. Tapi beberapa hari lalu saya melibat langsung di siang bolong 3 unit truck angkut kayu olahan, "katanya ketika menyampaikan informasi ke kantor redaksi riauexpress, Rabu (02/07/25). 


Menurut Sabri, angkut kayu olahan yang diduga hasil perambahan hutan tersebut kini dinilai sudah berani terang-terangnya, sebab sebelumnya pelaku angkut kayu di tengah malam,namun saat ini sudah berani pada siang hari.


"Entah siapa aktor di belakang mereka ini. Disamping meraka masih terus-terusan melakukan pembabatan hutan lindung itu, hingga saat ini malahan sudah berani terang-terangan di siang hari mengangkut kayu olahan, "ujar Sabri heran.


Sementara itu, tokoh masyarakat Siak Kecil Bukhari sampaikan, bahwa kini kondisi kerusakan hutan lindung Cagar Biosfer GSK-BB sudah semakin parah. "Memang yang rusak akibat pembabatan liar itu tak terlihat di luar, tapi rusaknya di jantung dalam hutannya, "ungkapnya.


Oleh sebab itu, atas nama masyarakat ia memohon kepada seluruh Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera menghentikan aktifitas liar pembabatan hutan lindung tersebut, hal ini demi masa depan anak cucu di kemudian hari.**

TerPopuler