![]() |
Ketua Panitia Ustadz Amri sedang menyampaikan kata sambutan |
RIAUEXPRESS, BENGKALIS - Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bengkalis kembali menggelar Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) angkatan III, Jum'at (18/07/25).
Kegiatan PD-PKPNU angkatan III yang diperkirakan akan berjalan selama tiga hari itu, terpusat di Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam Al-Bantani Bengkalis asuhan Ustadz Amri, S.Th.I., M.Pd yang juga merupakan ketua Panitia kegiatan.
Pembukaan PD-PKPNU angkatan III di Kabupaten Bengkalis ini dihadiri para tokoh penting dari jajaran NU, tiga narasumber dari Jawa Timur, Bupati Bengkalis Kasmarni diwakili asisten 1 Andris Wasono, sejumlah Pimpinan Ponpes, Forkopimda serta sejumlah undangan lain seperti dari Baznas dan Kemenag.
Usai pembukaan, Ketua Panitia PD-PKPNU Ustadz Amri, S.Th.I., M.Pd mengatakan, bahwa pendidikan perkaderan NU ini akan berlangsung selama 3 hari mulai tanggal 18 hingga tanggal 20 Juli 2025 mendatang.
"Dalam tiga hari masa pendidikan perkaderan itu terus on time selama 24 jam secara disiplin sesuai jadwal yang telah ditetapkan, dengan ruang waktu istirahat yang sedikit, "ujarnya.
Pria lulusan Ponpes Tremas Jawa Timur ini juga katakan, selama pendidikan itu waktu memang dimanfaatkan sebaik-baiknya. Bahkan di tengah malam pun pukul 03.15 WIB harus bangun untuk ibadah di sepertiga malam.
"Alhamdullah, peserta PD-PKPNU angkatan III ini diluar prediksi, karena diperkirakan maksimal peserta hanya 150 orang, namun sesuai laporan pendaftaran jumlahnya mencapai 191 orang, yang bukan hanya dari Bengkalis dan Bantan saja, tapi juga dari Mandau, Bathin Solapan, Tualang Muandau bahkan dari Kabupaten Siak, "ungkap Amri.
Dengan diadakan kembali PD-PKPNU pada angkatan III itu, diharapkan akan kembali melahirkan kader-kader terbaik yang berkualitas, agar bagaimana di kabupaten Bengkalis ini menjadi kabupaten yang boleh dikatakan hijau royo-royo dengan Nahdlatul Ulama berdasarkan paham Ahlussunnah Wal Jamaah.
Ponpes Darussalam Al-Bantani yang berada di Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis itu berdiri baru 5 tahun dari tahun 2019 akhir, namun telah menyerap santri putra dan putri tingkat Wustho (SLTP) dan Aliyah (SLTA) mencapai 174 santri.
Sedangkan materi yang diajarkan berupa pendidikan salafiah diambil dari kitab-kitab kuning (gundul) tanpa harakat, yang di dalamnya merupakan murni pendidikan agama islam, yang merupakan hasil karya-karya dari para ulama terdahulu.**