https://bugaruche.com/dAmKFnzWd.GoNiv-ZDGvUM/DeFm/9EupZZUsl/kFPSTuY/ywNqDUcRx/N/j/A/taNCjaIZ0sNDz/E/2hMaQE Bentrok Antar Karyawan 2 PT Berebut Lahan Kebun Sawit, Kapolres Bengkalis: Akan Proses Secara Transparan -->

CETAK BERITA

Print Friendly and PDF

Bentrok Antar Karyawan 2 PT Berebut Lahan Kebun Sawit, Kapolres Bengkalis: Akan Proses Secara Transparan

, Desember 24, 2025
Peristiwa bentrokan antar karyawan dua PT Kebun Sawit

RIAUEXPRESS, BENGKALIS - Puluhan karyawan PT Palma Agung Bertuah (PAB) dengan PT Sinar Inti Sawit (SIS) kembali terjadi bentrokan di kawasan perkebunan kelapa sawit Jalan Lintas Raya Duri–Dumai, Desa Bumbung, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, Senin (22/12/25) sore kemarin.


Bentrok yang sudah terjadi berulang kali ini diduga dipicu oleh sengketa penguasaan lahan yang sebelumnya disita oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Lokasi lahan tersebut berada di wilayah Desa Pamesi dan Desa Bumbung, Kecamatan Bathin Solapan, yang dikenal dengan sebutan kawasan Duri 13.


Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan serta dari video yang viral di media sosial, bentrokan bermula saat karyawan PT PAB mencoba masuk ke area kebun PT SIS. Upaya tersebut mendapat perlawanan dari belasan karyawan PT SIS yang menghadang di lokasi.


Petugas keamanan dari Polsek Mandau dibantu anggota TNI yang berada di lokasi berupaya meredam konflik, namun jumlah massa kedua belah pihak yang cukup besar membuat situasi sulit dikendalikan.


Bentrok fisik pun tak terhindarkan. Seorang karyawan PT PAB dilaporkan mengalami luka bacok hingga sampai ada jari tangan kanan yang putus. Selain itu, massa yang tersulut emosi merusak sedikitnya tiga unit mobil yang kemudian dimasukkan ke dalam kanal di sekitar lokasi kejadian.


Terkait hal itu, Kapolres Bengkalis, AKBP Budi Setiawan, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan pihak kepolisian langsung turun ke lokasi untuk melerai bentrokan dan mengevakuasi korban.


“Memang benar kemarin terjadi bentrok antara pekerja PT PAB dan PT SIS. Saat kejadian kami berada di lokasi untuk melerai. Kami menemukan korban dan langsung membawanya ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan, "ujar AKBP Budi Setiawan.


Ia menjelaskan, hingga saat ini terdapat sejumlah kendaraan yang masih tertinggal di dalam area perkebunan dan dalam pengamanan aparat kepolisian.


“Ada sekitar 13 unit kendaraan yang masih tertinggal di dalam lokasi dan saat ini dijaga oleh anggota kepolisian,” tambahnya.


Kapolres Bengkalis juga mengungkapkan bahwa akar konflik berkaitan dengan kerja sama operasional (KSO) yang dimiliki PT PAB dengan PT Agrinas seluas sekitar 4.000 hektare. Dari luas tersebut, sekitar 700 hektare berada di wilayah PT SIS.


“Pada saat dilakukan eksekusi oleh Satgas PKH, pihak PT SIS menolak. Dari situlah potensi konflik muncul. Saat ini PT SIS juga sedang mengurus KSO dengan PT Agrinas,” jelasnya.


Meski sempat memanas, Kapolres memastikan kondisi di lokasi saat ini sudah kondusif. Namun, aparat masih melakukan penjagaan dan pendalaman terhadap pihak-pihak yang terlibat.


“Kondisi hari ini sudah kondusif. Ada beberapa pihak yang sempat melarikan diri dan ada yang diamankan. Sebanyak 12 perwira masih disiagakan di lokasi, dan beberapa orang sudah kami bawa ke Polsek untuk dimintai keterangan,” katanya.


Terkait penyelesaian konflik, kepolisian telah melakukan berbagai langkah, termasuk mediasi dengan melibatkan kedua perusahaan serta pemerintah daerah setempat.


“Kami akan memproses perkara ini secara transparan. Mediasi sudah pernah dilakukan bersama PT PAB, PT SIS, dan Pemerintah Daerah, namun belum menemukan titik temu. Selanjutnya kami berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bengkalis untuk mediasi lanjutan, "pungkas Kapolres.**

TerPopuler