https://bugaruche.com/dAmKFnzWd.GoNiv-ZDGvUM/DeFm/9EupZZUsl/kFPSTuY/ywNqDUcRx/N/j/A/taNCjaIZ0sNDz/E/2hMaQE Musda VIII MUI Riau Digelar, Para Ulama Bersiap Pilih Pimpinan Lima Tahun Kedepan -->

CETAK BERITA

Print Friendly and PDF

Musda VIII MUI Riau Digelar, Para Ulama Bersiap Pilih Pimpinan Lima Tahun Kedepan

, Desember 23, 2025
Ketua MUI Bengkalis Buya Amrizal bersama Sekum Affan Zahidi

RIAUEXPRESS, PEKANBARU - Majelis Ulama' Indonesia (MUI) Provinsi Riau bersamaan tanggal 2 Rajab 1447 H ini, akan menyelenggarakan Musyawarah Daerah (MUSDA) VIII untuk Masa Khidmat 2025-2030.


Musyawarah Daerah merupakan lembaga permusyawaratan tertinggi pada tingkat daerah (Provinsi) yang berwenang memilih pengurus, menetapkan kebijakan dan merumuskan program kerja. 


Menurut Ketua Umum (Ketum) MUI Kabupaten Bengkalis Buya Amrizal didampingi Sekretaris Umum (Sekum) Affan Zahidi, bahwa dalam tahapan pelaksanaan Musda VIII MUI Riau ini terdapat tiga agenda utama.


Yaitu, menyusun program kerja untuk lima tahun kepengurusan MUI ke depan. Kemudian mendengarkan Laporan Pertanggungjawaban MUI Riau Masa Khidmat 2020-2025, dan terakhir memilih kepengurusan MUI Riau Masa Khidmat 2025-2030.


Sehubungan dengan ini, sudah merupakan kelaziman dalam perhimpunan (organisasi) apapun, kalau berkaitan dengan suksesi kepemimpinan, maka tentu akan terjadi sedikit dinamika. 


"Ini merupakan sesuatu yang wajar, "terang Buya Amrizal melalui laporan tertulis, Selasa (23/12/25).


Hanya saja, lanjutnya, yang perlu digarisbawahi dan disadari dengan penuh seksama oleh setiap peserta musyawarah bahwa Musda ini adalah musyawarahnya para ulama untuk memilih seorang pemimpin . 


Dan para ulama ini adalah sosok panutan (qudwah hasanah) bagi umat. Untuk itu, etika dan adab harus dikedepankan dalam bermusyawarah agar MUI tetap menjadi preseden baik di mata umat.


Semangat ini dilandasi oleh firman Allah s.w.t dalam Q.S. Ali Imran: 159; "Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya"


Kemudian, Syaikh Nawawi Banten dalam tafsirnya al-munir, ketika menafsirkan ayat ini, mengutip satu hadits Nabi SAW tentang pahala bermusyawarah, "Suatu kaum yang bermusyawarah pasti akan diberi petunjuk kepada hal yang benar dalam urusan mereka."


"Sehubungan dengan itu, prinsip musyawarah untuk mufakat harus dikedepankan dalam Musda VIII MUI Riau kali ini, agar keputusan yang dihasilkan nantinya betul-betul akan mendatangkan maslahat untuk kepentingan organisasi dan juga untuk kepentingan umat, "harap Buya Amrizal.**



TerPopuler